Khairul Zikri
DPC PPDI Padang Panjang, Padang Panjang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pendampingan Kapasitas Produksi dan Pemasaran Digital bagi Pelaku UMKM Disabilitas di Padang Panjang Muhamad Ilham; Khairul Zikri
Jurnal Pengabdian Inovatif Multidisipliner Vol. 1 No. 01 (2026): ISSUE JANUARI
Publisher : Jurnal Pengabdian Inovatif Multidisipliner

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilatarbelakangi oleh kondisi riil penyandang disabilitas di Kota Padang Panjang yang memiliki potensi wirausaha namun terhambat oleh keterbatasan akses terhadap teknologi digital dan pendampingan usaha yang inklusif. Masalah utama yang dihadapi mitra adalah rendahnya daya saing produk UMKM disabilitas serta minimnya pemanfaatan media sosial sebagai sarana pemasaran efektif. Tujuan utama dari pengabdian ini adalah untuk memberikan penguatan kapasitas produksi dan literasi pemasaran digital bagi anggota DPC PPDI Padang Panjang guna mewujudkan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui skema kemitraan strategis dengan Rumah BUMN, yang meliputi tahap sosialisasi, pelatihan partisipatif (workshop), praktik langsung desain konten kreatif menggunakan aplikasi Canva, serta pendampingan intensif manajemen kewirausahaan. Hasil dari kegiatan pengabdian ini menunjukkan adanya transformasi signifikan pada keterampilan teknis peserta, di mana para pelaku UMKM disabilitas kini mampu memproduksi materi promosi visual yang menarik secara mandiri. Selain itu, kegiatan ini berhasil memicu motivasi kewirausahaan yang tinggi bagi 22 juta jiwa representasi disabilitas melalui langkah nyata di tingkat lokal. Dampak jangka panjang dari pengabdian ini adalah terciptanya ekosistem ekonomi inklusif di Padang Panjang, di mana hambatan fisik tidak lagi menjadi penghalang untuk mengakses pasar digital. Sinergi antara organisasi disabilitas dan institusi pembina seperti Rumah BUMN terbukti menjadi model pemberdayaan yang efektif dalam menjembatani kesenjangan ekonomi. Peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan teknis, tetapi juga akses jejaring yang memungkinkan produk UMKM disabilitas naik kelas dan diakui oleh masyarakat luas sebagai unit usaha yang profesional dan kompetitif.