Femmi Permata Sari Br Bangun
Universitas Pendidikan Ganesha

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Peran Self-Regulated Learning Terhadap Kemampuan Literasi Numerasi Siswa SMP Dalam Menyelesaikan Soal Berbasis AKM: Tinjauan Sistematis: Analysis of the Role of Self-Regulated Learning on Junior High School Students' Numeracy Literacy Skills in Solving AKM-Based Questions: A Systematic Review Femmi Permata Sari Br Bangun; Sariyasa Sariyasa; I Gusti Ngurah Pujawan
Citizen : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 6 No. 2 (2026): CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : DAS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53866/jimi.v6i2.1302

Abstract

Self-Regulated Learning terbukti memiliki peran yang penting dalam meningkatkan kemampuan literasi numerasi siswa, khususnya pada saat menyusun soal berbasis Asesmen Kompetensi Minimum. Self-Regulated Learning berperan untuk mendorong siswa untuk secara lebih aktif merencanakan, memantau, dan mengevaluasi proses pembelajarannya sehingga mampu memahami permasalahan kontekstual secara lebih mendalam lagi dan juga dapat memilih strategi penyelesaian yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah dan menganalisis berbagai temuan terkait dengan analisis peran Self-Regulated Learning terhadap kemampuan literasi numerasi siswa SMP dalam menyelesaikan soal berbasis AKM. Metode yang digunakan adalah systematic literature review terhadap 11 artikel ilmiah yang relevan yang diperoleh dari google scholar dan sudah diseleksi secara sistematis dan juga diambil dari jurnal tahun 2022-2026. Hasil dari kajian menunjukkan bahwa Self-Regulated Learning secara umum memberi kontribusi yang positif kepada kemampuan literasi numerasi siswa, terutama dalam aspek mendalami masalah, merancang strategi, serta mengevaluasi hasil penyelesaian yang dibuat. Siswa dengan tingkat Self-Regulated Learning yang tinggi cenderung memiliki kemampuan berpikir kritis dalam pemecahan masalah dibandingkan dengan siswa yang memiliki Self-Regulated Learning rendah. Namun dari beberapa temuan juga menunjukkan bahwa pengaruh Self-Regulated Learning tidak selalu signifikan tanpa didukung dengan kualitas pembelajaran, lingkungan, serta pembiasaan soal berbasis Asesmen Kompetensi Minimum. Hal tersebut juga dapat menegaskan bahwa integrasi Self-Regulated Learning dalam pembelajaran matematika merupakan pendekatan yang relevan untuk meningkatkan kemampuan literasi numerasi siswa secara optimal.