Monica Syefi Febriyanti
Universitas Kristen Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Gambaran Faktor Risiko Terjadinya Needle Stick Injury Pada Mahasiswa Bidang Kesehatan di Indonesia dan secara Global Monica Syefi Febriyanti; Missel Adintia Nauli; Angela Lady Kezia
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.957

Abstract

Pendahuluan: Needle stick injury (NSI) adalah suatu kecelakaan kerja akibat tertusuk jarum yang dapat menyebabkan luka pada kulit dan berpotensi terkontaminasi oleh darah atau cairan tubuh orang lain. Prevalensi kejadian NSI banyak ditemukan pada mahasiswa kesehatan. Banyak faktor risiko yang dilaporkan yang berkaitan dengan NSI pada mahasiswa kedokteran. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor risiko yang mempengaruhi terjadinya needle stick injury pada mahasiswa bidang kesehatan di Indonesia dan secara global sehingga dapat menjadi informasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan kinerja mahasiswa bidang kesehatan dalam melakukan praktik pendidikan di Rumah Sakit. Metode: Penelitian ini merupakan tinjauan literatur melalui pengumpulan literatur dari google scholar tahun 2018-2023 yang akhirnya didapatkan 8 literatur termasuk Indonesia dan global, sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil: Berdasarkan 3 literatur di Indonesia didapatkan faktor risiko NSI yang signifikan yaitu kurangnya pengetahuan dan pelatihan akan pencegahan NSI, kejadian recapping needle, dan penggunaan sarung tangan yang tidak aman. Berdasarkan 5 literatur global didapatkan faktor risiko NSI yang signifikan yaitu kurangnya pengalaman dan pelatihan dalam praktik kesehatan terhadap NSI, tingkat pengetahuan mahasiswa kesehatan tingkat pertama yang lebih rendah, dan tindakan recapping needle serta APD yang tidak aman. Kesimpulan: Kurangnya pengetahuan dan pelatihan pencegahan needle stick injury menjadi faktor risiko yang erat berkaitan dengan terjadinya needle stick injury pada mahasiswa bidang kesehatan baik di Indonesia maupun secara global.