Jesika Cahya Ningrum
Universitas Lampung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Nilai Ki-67 dengan Derajat Histopatologi pada Kanker Payudara Subtipe Triple-Negative Breast Cancer di RSUD Abdul Moeloek Tahun 2024 Jesika Cahya Ningrum
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1056

Abstract

Pendahuluan: Triple-negative breast cancer (TNBC) ialah subtipe kanker payudara yang bersifat lebih agresif, memiliki risiko kekambuhan tinggi, dan pilihan terapi terbatas. Penanda proliferasi Ki-67 dan derajat histopatologi  digunakan untuk menilai karakteristik tumor, namun hubungan keduanya pada masih menunjukkan hasil yang beragam. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis keterkaitan kedua parameter tersebut pada pasien kanker payudara subtipe TNBC di RSUD Abdul Moeloek tahun 2024. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik retrospektif dengan pendekatan cross sectional. Data dikumpulkan dari laporan patologi anatomi pasien yang memenuhi kriteria inklusi pada periode 2024. Analisis dilakukan secara bivariat menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil: Sebanyak 28 pasien memenuhi kriteria penelitian. Mayoritas berada pada kelompok usia 40–50 tahun dan memiliki grade tumor III. Sebagian besar sampel menunjukkan indeks Ki-67 >20%. Hasil uji Spearman menunjukkan tidak terdapat hubungan bermakna antara derajat histopatologi dan indeks Ki-67 (r = 0,009; p = 0,964). Pembahasan: Tidak ditemukannya korelasi antara kedua variabel pada penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat diferensiasi sel tumor tidak selalu berjalan seiring dengan aktivitas proliferatif pada populasi TNBC. Variabilitas biologis dan heterogenitas TNBC kemungkinan berkontribusi pada ketidaksesuaian ini dibanding temuan beberapa studi lain. Simpulan: derajat histopatologi dan indeks Ki-67 pada pasien TNBC di RSUD Abdul Moeloek tahun 2024 tidak menunjukkan hubungan yang bermakna. Kedua parameter disarankan tetap digunakan sebagai indikator prognostik yang berdiri sendiri dalam penilaian klinis.