Nur Ayu Virginia Irawati
Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Beban Kerja Fisik dengan Status Gizi Pada Pemetik Kopi di Kabupaten Tanggamus Anisa Nuraisa Jausal; Nur Ayu Virginia Irawati; Anggi Setiorini; Giska Tri Putri; Resti Ramdani; Muhammad Al Ikhsan; Tegar Laksmono Rosulli; Muhammad Adib Hakim Dzakwan Syah; Ariadna Allexandrina Maureen Sarasvaty
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1105

Abstract

Pendahuluan: Kabupaten Tanggamus merupakan salah satu sentra produksi kopi robusta terbesar di Provinsi Lampung. Aktivitas pemetikan kopi memerlukan aktivitas fisik yang tinggi dan berlangsung dalam waktu yang lama, beban kerja fisik yang tinggi tanpa diimbangi dengan asupan gizi yang memadai dapat memengaruhi status gizi pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara beban kerja fisik dengan status gizi pada pemetik kopi di Kabupaten Tanggamus. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional, yang dilakukan pada bulan Juni–November tahun 2025 di Kecamatan Pulau Panggung, Kabupaten Tanggamus. Sampel penelitian berjumlah 50 pemetik kopi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Beban kerja fisik diukur menggunakan International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) versi pendek, sedangkan status gizi dinilai menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT). Analisis data dilakukan secara deskriptif dan bivariat menggunakan uji Chi-square dan uji Fisher’s Exact. Hasil: Mayoritas responden memiliki beban kerja fisik tinggi yaitu sebanyak 40 orang (80%), dengan status gizi normal sebanyak 35 orang (70%). Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja fisik dan status gizi pada pemetik kopi (p>0,05). Pembahasan: Tidak ditemukannya hubungan yang bermakna antara beban kerja fisik dan status gizi kemungkinan dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti pola konsumsi makanan, keseimbangan energi, dan faktor gaya hidup. Selain itu, fenomena occupational physical activity paradox menunjukkan bahwa aktivitas fisik dalam pekerjaan tidak selalu berkorelasi langsung dengan status gizi yang lebih rendah. Simpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja fisik dengan status gizi pada pemetik kopi di Kabupaten Tanggamus.
PEMBERDAYAAN PETANI KOPI MELALUI EDUKASI AKTIVITAS FISIK UNTUK MENDUKUNG KESEHATAN DAN PRODUKTIVITAS KERJA Nur Ayu Virginia Irawati; Anisa Nuraisa Jausal; Giska Tri Putri; Anggi Setiorini; Muhammad Yogie Fadli
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 11 No. 1 (2026): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v11i1.3951

Abstract

Petani kopi merupakan kelompok pekerja sektor informal yang melakukan aktivitas fisik dengan intensitas tinggi, melibatkan gerakan berulang, pengangkatan beban, serta mempertahankan postur kerja dalam waktu yang lama. Kondisi tersebut meningkatkan risiko terjadinya gangguan muskuloskeletal, kelelahan, serta penurunan produktivitas kerja apabila tidak diimbangi dengan pemahaman mengenai aktivitas fisik yang tepat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan petani kopi mengenai aktivitas fisik yang aman, pentingnya pemanasan dan peregangan, serta penerapan prinsip ergonomi sederhana dalam aktivitas sehari-hari. Metode pengabdian meliputi penyuluhan kesehatan menggunakan media presentasi dan leaflet, demonstrasi latihan peregangan, praktik langsung bersama peserta, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Peserta kegiatan adalah 30 orang petani kopi di Kabupaten Tanggamus. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai manfaat aktivitas fisik, teknik peregangan, dan pentingnya menjaga kesehatan selama bekerja.