Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG DETEKSI DINI GEJALA KERACUNAN DAN CARA MEMILIH MAKANAN HIGIENIS KEPADA SISWA SMA AL HUDA Rosyidah Hasna, Naurah; Rahma Putri, Ayesha; Nurlita, Elvira; Surya Lathifa, Fatima; Fauzan, Farhan; Mutiara Putri, Rafa; Syaharani, Khalisha; Andrew Siahaan, Marvin; Ainul Qolbi, Waqiatul; Aksanda Azzahra, Kysa; Hasanah, Uswatun
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 4 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i4.%p

Abstract

Keracunan makanan adalah salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang sering terjadi dan menjadi penyebab meningkatnya angka kesakitan di Indonesia. Penyakit yang timbul akibat konsumsi makanan terkontaminasi dapat terjadi akibat proses pengolahan pangan yang tidak higienis, rendahnya kebersihan lingkungan, serta kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai pemilihan makanan aman. Data WHO tahun 2023 menunjukkan bahwa 600 juta orang di dunia menderita penyakit akibat makanan tercemar setiap tahun, dengan 420.000 kematian. Di Indonesia, kasus keracunan pangan pada tahun 2023 mencapai 4.792 kasus dan meningkat jauh dibandingkan tahun 2022. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya edukasi keamanan pangan, terutama pada kelompok remaja yang rentan karena kebiasaan mengonsumsi makanan di luar rumah. Tujuan: kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan siswa SMA Al Huda mengenai deteksi dini gejala keracunan makanan dan cara memilih makanan yang higienis. Metode: kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui lima tahapan sistematis, yaitu: persiapan, penyampaian materi interaktif, sesi tanya jawab, melalui evaluasi pre-test dan post-test , serta analisis data. Hasil: penyuluhan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai deteksi dini keracunan makanan dan cara memilih makanan yang higienis, dengan persentase jawaban benar meningkat dari 81,54% pada pre-test menjadi 87,31% pada post-test . Analisis statistik deskriptif menyatakan bahwa sebagian besar peserta mengalami peningkatan pemahaman, meskipun beberapa peserta menunjukkan penurunan nilai minimum faktor akibat fokus, miskonsepsi, atau motivasi. Secara keseluruhan, kegiatan penyuluhan terbukti efektif meningkatkan pengetahuan siswa secara signifikan. Penyuluhan ini mendukung penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa pendidikan interaktif efektif meningkatkan pemahaman keamanan pangan pada remaja. Secara keseluruhan, penyuluhan ini berhasil meningkatkan kesadaran siswa mengenai pencegahan dan deteksi dini keracunan makanan. Kegiatan edukasi serupa direkomendasikan untuk dilakukan secara berkelanjutan guna mendukung terciptanya perilaku konsumsi makanan yang lebih aman di kalangan pelajar.