Siswanto, Ali
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Rekonstruksi Teologi Islam Transformatif Berbasis Humanistik–Eksistensial: Kritik Atas Formasionalisme Normatif Dan Reorientasi Praksis Multidimensional Firdausi Hasanah, Firna Nahwa; Sahara, Xena; Hidayatullah, Hidayatullah; Siswanto, Ali
At-Tarbiyah: Journal of Islamic Religious Research and Education Vol. 3 No. 2 (2026): At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI Tebing Tinggi Deli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Krisis teologi Islam kontemporer ditandai oleh dominasi pendekatan normatif-formalistik yang cenderung ahistoris dan kurang responsif terhadap kompleksitas realitas sosial, politik, dan ekonomi masyarakat modern. Akibatnya, terjadi disorientasi antara keyakinan teologis dan pengalaman eksistensial umat, yang berimplikasi pada melemahnya fungsi transformatif agama dalam kehidupan publik. Meskipun sejumlah studi telah mengembangkan gagasan teologi sosial dan pembebasan, masih terdapat kesenjangan penelitian dalam mengintegrasikan kerangka teologi Islam dengan pendekatan Psikologi Humanistik–Eksistensial yang menekankan dimensi kesadaran, kebebasan, dan makna hidup manusia. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi Teologi Islam Transformatif berbasis pendekatan humanistik-eksistensial guna menjembatani ketegangan antara normativitas doktrinal dan praksis kehidupan multidimensional. Secara teoretis, penelitian ini menggunakan pendekatan Psikologi Humanistik–Eksistensial untuk memperkaya perspektif teologi Islam, dengan menekankan aktualisasi diri, autentisitas, dan tanggung jawab moral sebagai basis keberagamaan. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan analisis kritis-interpretatif dan konstruktif terhadap literatur klasik dan kontemporer. Argumen utama penelitian ini adalah bahwa teologi Islam perlu direorientasi dari kerangka doktrinal menuju praksis eksistensial-transformatif yang mampu menjawab problem konkret masyarakat dalam bidang teologis, sosial, politik, dan ekonomi. Kontribusi ilmiah penelitian ini terletak pada pengembangan model integratif antara teologi Islam dan Psikologi Humanistik–Eksistensial sebagai paradigma baru yang lebih kontekstual, reflektif, dan emansipatoris. Model ini menawarkan kebaruan (novelty) dalam studi Islam dengan menempatkan teologi tidak hanya sebagai sistem kepercayaan, tetapi sebagai praksis hidup yang membebaskan dan memberdayakan manusia secara multidimensional.
Tazkiyatun Nafs Emansipatoris sebagai Basis Teologi Transformatif: Kritik atas Reduksi Teologi Islam dalam Agenda Perubahan Sosial Syawalia, Salwa; Octavia, Intan; Auliya, Mega; Siswanto, Ali
At-Tarbiyah: Journal of Islamic Religious Research and Education Vol. 3 No. 2 (2026): At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI Tebing Tinggi Deli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  ABSTRAK Diskursus teologi Islam kontemporer menghadapi problem serius berupa reduksi makna teologi menjadi wacana normatif-ritualistik yang kurang memiliki daya intervensi terhadap problem sosial struktural, seperti ketimpangan, eksklusi sosial, krisis moral publik, dan fragmentasi identitas keagamaan. Kondisi ini melahirkan kegelisahan akademik mengenai kemampuan teologi Islam untuk berfungsi sebagai sumber transformasi sosial, bukan sekadar legitimasi simbolik keberagamaan. Research gap utama dalam kajian mutakhir terletak pada absennya formulasi konseptual yang kuat tentang integrasi antara spiritualitas tasawuf (tazkiyatun nafs) dan agenda emansipasi sosial berbasis tauhid, sehingga tazkiyah sering dipahami sebagai proyek individual yang apolitis dan tidak transformatif. Artikel ini menggunakan kerangka teoretis teologi transformatif, hermeneutika kontekstual, serta teori sosial kritis untuk merekonstruksi konsep tazkiyatun nafs sebagai paradigma emansipatoris. Penelitian ini bersifat konseptual-kritis dengan metode analisis filosofis dan rekonstruksi teoritik terhadap literatur teologi, tasawuf, dan teori transformasi sosial. Argumen utama artikel ini menegaskan bahwa tazkiyatun nafs emansipatoris, sebagai purifikasi diri berbasis tauhid, dapat berfungsi sebagai fondasi epistemik dan etis bagi pembentukan masyarakat teologis yang sadar keadilan dan mampu mengoreksi struktur sosial yang menindas. Kontribusi ilmiah penelitian ini terletak pada tawaran model teologi transformatif yang mengintegrasikan kesalehan spiritual dan praksis sosial, sekaligus memperluas horizon tasawuf dari ranah personal menuju agenda perubahan sosial yang berkeadilan. Kata Kunci: Teologi transformatif; Tazkiyatun nafs; Tauhid emansipatoris; Masyarakat teologis; Tasawuf sosial; Transformasi sosial; Teologi Islam kontemporer.