Danial, Abd. Rahman
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH DALAM PENGEMBANGAN SDM BERBASIS NILAI DAKWAH: STUDI BUDAYA SALAM TAKZIM DI MAN 1 KOTA GORONTALO Danial, Abd. Rahman
JAMBURA: Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis Vol 9, No 1 (2026): JIMB - VOLUME 9 NOMOR 1 MEI 2026
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37479/jimb.v9i1.38647

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis gaya kepemimpinan kepala madrasah di MAN 1 Kota Gorontalo; (2) mendeskripsikan strategi pengembangan SDM berbasis nilai dakwah; (3) menganalisis implementasi nilai-nilai dakwah melalui budaya Salam Takzim; serta (4) mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pengembangan SDM berbasis nilai dakwah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, dilaksanakan di MAN 1 Kota Gorontalo pada Januari hingga Maret 2026. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi terhadap 13 informan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, meliputi kepala madrasah, wakil kepala madrasah, guru senior dan junior, tenaga kependidikan, serta peserta didik. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman (1994) yang mencakup tiga tahapan: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber, triangulasi metode, member checking, dan peer debriefing. Hasil penelitian menyimpulkan empat hal pokok. Pertama, gaya kepemimpinan kepala madrasah merupakan perpaduan harmonis antara kepemimpinan transformasional, demokratis, dan servant leadership yang berlandaskan uswah hasanah dan filosofi al-adabu fauqol ilmi. Kedua, pengembangan SDM dilakukan melalui tiga jalur: pengembangan kompetensi profesional (workshop, PPG, MGMP), pembinaan spiritual (shalat berjamaah, apel pagi), dan pembentukan budaya organisasi Islami melalui pembiasaan nilai dakwah secara konsisten, dengan alokasi anggaran khusus. Ketiga, budaya Salam Takzim diimplementasikan sebagai praktik penghormatan resiprokal seluruh warga madrasah tanpa memandang hierarki jabatan, mengandung empat nilai dakwah utama: ta’dzim, tawadhu, adab, dan ukhuwah islamiyah, dengan dampak multidimensi pada karakter siswa, profesionalisme guru, dan iklim organisasi. Keempat, faktor pendukung utama adalah komitmen dan keteladanan kepala madrasah, sedangkan faktor penghambat utama adalah variasi tingkat kesadaran SDM dan keterbatasan anggaran.
MODEL TATA KELOLA KOLABORATIF DALAM PENGEMBANGAN UMKM DI PASAR SENTRAL GORONTALO Danial, Abd. Rahman; Ibrahim, Rizkiyanto; Isa, Eka Safitri Apriliani Isa Aprilian; Mahmud, Inkrianto
JAMBURA: Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis Vol 9, No 1 (2026): JIMB - VOLUME 9 NOMOR 1 MEI 2026
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37479/jimb.v9i1.38795

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tata kelola kolaboratif terhadap pengembangan UMKM, mendeskripsikan bentuk implementasinya, serta mengidentifikasi faktor faktor penentu penerapannya di Pasar Sentral Gorontalo. Pendekatan yang digunakan adalah mixed methods dengan desain sequential exploratory, memadukan eksplorasi kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, dilanjutkan pengujian kuantitatif menggunakan analisis regresi linear sederhana. Hasil uji regresi menunjukkan koefisien sebesar 0,807 (sig. 0,000) dengan R Square 0,740, yang berarti tata kelola kolaboratif berpengaruh positif dan signifikan serta mampu menjelaskan 74% variasIi pengembangan UMKM. Secara kualitatif, kolaborasi lima aktor (Disperindag, Dinas UMKM, Dinas Perhubungan, Kepolisian, dan Bank BTN) berlangsung adaptif namun informal tanpa dokumentasi sistematis. Faktor penentu mencakup kepemimpinan visioner-fasilitatif, kepercayaan antarpihak, komitmen konsisten, dukungan regulasi, ketersediaan sumber daya, serta modal sosial gotong royong. Temuan ini melahirkan konsep Informal Multi-Actor Adaptive Governance (IMAAG) Model. Penelitian merekomendasikan institusionalisasi koordinasi melalui regulasi formal dan mekanisme partisipasi inklusif demi keberlanjutan pengembangan UMKM.