Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis gaya kepemimpinan kepala madrasah di MAN 1 Kota Gorontalo; (2) mendeskripsikan strategi pengembangan SDM berbasis nilai dakwah; (3) menganalisis implementasi nilai-nilai dakwah melalui budaya Salam Takzim; serta (4) mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pengembangan SDM berbasis nilai dakwah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, dilaksanakan di MAN 1 Kota Gorontalo pada Januari hingga Maret 2026. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi terhadap 13 informan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, meliputi kepala madrasah, wakil kepala madrasah, guru senior dan junior, tenaga kependidikan, serta peserta didik. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman (1994) yang mencakup tiga tahapan: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber, triangulasi metode, member checking, dan peer debriefing. Hasil penelitian menyimpulkan empat hal pokok. Pertama, gaya kepemimpinan kepala madrasah merupakan perpaduan harmonis antara kepemimpinan transformasional, demokratis, dan servant leadership yang berlandaskan uswah hasanah dan filosofi al-adabu fauqol ilmi. Kedua, pengembangan SDM dilakukan melalui tiga jalur: pengembangan kompetensi profesional (workshop, PPG, MGMP), pembinaan spiritual (shalat berjamaah, apel pagi), dan pembentukan budaya organisasi Islami melalui pembiasaan nilai dakwah secara konsisten, dengan alokasi anggaran khusus. Ketiga, budaya Salam Takzim diimplementasikan sebagai praktik penghormatan resiprokal seluruh warga madrasah tanpa memandang hierarki jabatan, mengandung empat nilai dakwah utama: ta’dzim, tawadhu, adab, dan ukhuwah islamiyah, dengan dampak multidimensi pada karakter siswa, profesionalisme guru, dan iklim organisasi. Keempat, faktor pendukung utama adalah komitmen dan keteladanan kepala madrasah, sedangkan faktor penghambat utama adalah variasi tingkat kesadaran SDM dan keterbatasan anggaran.