Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Sistem Agribisnis Edamame (Glycine max L. Merr) di Desa Perbawati, Kecamatan Sukabumi Aprilia, Vianti; Risma, Risma; Arandita, Nanda Sabna
AGRIDES: Jurnal Agribisnis Perdesaan Vol 8, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/agrides.v8i1.25239

Abstract

Edamame merupakan komoditas hortikultura berupa kedelai sayuran (green soybean vegetable) yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan potensi pengembangan yang luas di Indonesia. Pengembangan edamame memerlukan pengelolaan yang terintegrasi melalui pendekatan sistem agribisnis agar dapat meningkatkan efisiensi usaha dan kesejahteraan petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem agribisnis edamame pada tingkat petani di Desa Perbawati yang mencakup subsistem hulu, subsistem budidaya, dan subsistem pemasaran. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus, melibatkan wawancara mendalam dengan lima petani informan kunci yang dipilih secara purposive, serta observasi lapangan dan pengisian kuesioner. Hasil kajian menunjukkan bahwa subsistem hulu telah berjalan cukup baik, ditandai dengan ketersediaan benih bersertifikat dan akses terhadap sarana produksi. Subsistem budidaya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan alat dan mesin pertanian serta ketergantungan pada tenaga kerja manual, dengan tingkat kematian tanaman mencapai sekitar 20% per musim tanam, yang berdampak pada efisiensi produksi. Produktivitas petani tercatat rata-rata 6 ton/ha per musim tanam. Subsistem pemasaran telah terintegrasi melalui pola kemitraan dengan perusahaan mitra yang memberikan kepastian harga (Rp13.000/kg) dan kepastian pasar, namun masih menunjukkan ketergantungan pada satu saluran pemasaran. Secara teoritis, penelitian ini memperkuat pentingnya keterpaduan antar-subsistem dalam model agribisnis berbasis kemitraan sebagai strategi keberlanjutan usahatani di pedesaan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kelembagaan, diversifikasi saluran pemasaran, serta dukungan teknologi untuk meningkatkan keberlanjutan sistem agribisnis edamame di tingkat petani.