This Author published in this journals
All Journal JURNAL PERTANIAN
Faizien, Hilmy Awalu
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Optimasi dan Efisiensi Aplikasi Pupuk Organik Cair pada Tanaman Bayam Merah Wijaya; Fauzi, Nurul Arifah; Faizien, Hilmy Awalu
Jurnal Pertanian Vol. 17 No. 1 (2026): Jurnal Pertanian
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jp.v17i1.24070

Abstract

Pupuk kandang kambing selain dapat digunakan secara langsung sebagai pupuk organik setelah melalui proses pengomposan, juga dapat difermentasi untuk menjadikannya sebagai POC. POC memiliki manfaat praktis dalam aplikasinya karena lebih mudah diserap oleh tanaman melalui daun maupun akar. Dengan memanfaatkan bahan-bahan organik lokal, diharapkan produktivitas tanaman bayam merah dapat ditingkatkan tanpa merusak lingkungan serta dapat membantu mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia. Kajian optimasi maupun efisiensi penggunaan pupuk organik telah dilakukan oleh peneliti sebelumnya, tetapi kajian tersebut dilakukan secara terpisah. Oleh karena itu perlu dilakukan kajian untuk menentukan nilai optimum sekaligus menentukan tingkat efisiensi penggunaan POC pada tanaman bayam merah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui optimasi dan efisiensi dosis POC pada tanaman bayam merah. Percobaan di daerah Banjaran, Sumberjaya, Majalengka, Jawa Barat dari bulan April sampai Juni 2025. Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), terdiri dari enam dosis POC yang diulang empat kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan dosis POC menghasilkan perbedaan tinggi tanaman, jumlah daun, laju tumbuh relatif, bobot kering tanaman, bobot segar per tanaman dan per petak, serta serapan kalium pada tanaman bayam merah. Dosis POC yang optimum yaitu 153 ml.tan ̶1 menghasilkan bobot segar tanaman 558,29 g. Pada Dosis POC 150 ml.tan ̶1 dicapai nilai efisiensi agronomis tertinggi yaitu 170,94, efisiensi fisiologis 121,9 dan efisiensi pemulihan hara yaitu 140,27%.