p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal LOKAKARYA
Harahap, Juli Yanti
Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Orang Tua dalam Mendukung Perkembangan Belajar Anak Berkebutuhan Khusus (Autis) di RA Al Hikmah Safira, Ihda; Harahap, Juli Yanti; Handayani, Aminda Tri; Friska, Novita
LOKAKARYA Vol 5, No 1 (2026): In Progress
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/lokakarya.v5i1.5347

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran orangtua dalam mendukung perkembangan belajar anak berkebutuhan khusus (autis) di RA Al Hikmah. Latar belakang penelitian ini berangkat dari pentingnya keterlibatan orangtua sebagai faktor utama dalam keberhasilan pendidikan anak, terutama bagi anak autis yang memerlukan perhatian, pendekatan, dan dukungan khusus dalam proses belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian meliputi orangtua anak autis dan anak autis di RA Al Hikmah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orangtua memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung perkembangan belajar anak autis, meliputi: (1) peran sebagai motivator, yaitu memberikan dorongan, semangat, dan penghargaan terhadap usaha belajar anak; (2) peran sebagai fasilitator, yaitu menyediakan sarana belajar dan lingkungan yang mendukung; serta (3) peran sebagai pendamping, yaitu terlibat aktif dalam kegiatan belajar anak serta menjalin komunikasi yang baik dengan guru. Walaupun terdapat kendala seperti keterbatasan waktu, pengetahuan, dan pemahaman terhadap karakteristik anak autis, upaya yang dilakukan orangtua tetap memberikan dampak positif terhadap peningkatan perkembangan belajar anak.
Penerapan Program Digital Storytelling untuk Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Anak Pada Usia 5-6 Tahun di TK Bunda Rambe, Dewi Elfiani; Harahap, Juli Yanti; Handayani, Aminda Tri; Friska, Novita
LOKAKARYA Vol 5, No 1 (2026): In Progress
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/lokakarya.v5i1.5348

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya kemampuan berbahasa anak usia 5-6 tahun di TK Bunda, yang terlihat dari kesulitan anak dalam mengikuti kegiatan storytelling, baik dalam aspek mendengarkan, menirukan kosakata, maupun menceritakan kembali isi cerita secara singkat. Berdasarkan observasi awal terhadap 15 anak kelompok B, ditemukan bahwa rata-rata kemampuan berbahasa anak hanya mencapai skor 1,73 yang termasuk dalam kategori "Kurang". Sebagian besar anak mengalami kesulitan dalam semua indikator kemampuan berbahasa, dengan hanya 2 anak (13,3%) yang mampu memenuhi seluruh indikator dengan baik. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model spiral Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahapan: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 15 anak kelompok B TK Bunda yang terdiri dari 8 anak laki-laki dan 7 anak perempuan dengan rentang usia 5-6 tahun. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi, dengan instrumen berupa lembar observasi yang mengukur kemampuan berbahasa anak berdasarkan empat indikator yang telah ditetapkan. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dengan menghitung rata-rata skor dan persentase peningkatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan program digital storytelling sangat efektif dalam meningkatkan kemampuan berbahasa anak usia 5-6 tahun di TK Bunda. Terjadi peningkatan yang signifikan dari kondisi awal hingga siklus III, yaitu dari rata-rata skor 1,73 (kategori "Kurang") pada kondisi awal menjadi 2,9 (kategori "Baik") pada siklus III. Total peningkatan sebesar 1,17 poin atau 67,6% menunjukkan dampak yang sangat substansial dari implementasi program digital storytelling. Pada siklus I, rata-rata kemampuan berbahasa anak mencapai 2,3 dengan peningkatan 0,57 poin (32,9%) dari kondisi awal. Siklus II menunjukkan rata-rata 2,72 dengan peningkatan 0,42 poin (18,3%) dari siklus I. Siklus III mencapai rata-rata 2,9 dengan peningkatan 0,18 poin (6,6%) dari siklus II. Pada akhir penelitian, seluruh 15 anak telah mencapai kemampuan berbahasa pada kategori "Baik" atau lebih tinggi, dimana 12 anak (80%) mencapai skor 3,0, 2 anak (13,3%) mencapai skor 2,75, dan 1 anak (6,7%) mencapai skor 2,5.. Simpulan penelitian ini adalah bahwa penerapan program digital storytelling terbukti sangat efektif untuk meningkatkan kemampuan berbahasa anak usia 5-6 tahun di TK Bunda.