Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi kepemimpinan dalam manajemen konflik yang melibatkan asatidz dan staf administrasi di Pondok Pesantren Ta’mirul Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk memperoleh pemahaman mendalam terkait dinamika konflik organisasi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik guna mengidentifikasi pola konflik dan strategi penyelesaiannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik organisasi umumnya dipicu oleh perbedaan persepsi terhadap instruksi pimpinan, komunikasi yang kurang efektif, serta lemahnya supervisi akibat kendala geografis dan keterbatasan koordinasi antarunit. Dalam mengelola konflik, pimpinan pondok menerapkan gaya kepemimpinan kontinum dengan memadukan pendekatan otokratis untuk pengambilan keputusan yang bersifat mendesak dan pendekatan demokratis dalam perumusan kebijakan jangka panjang. Penyelesaian konflik dilakukan melalui dialog terbuka, klarifikasi permasalahan, mediasi internal, serta konsolidasi yang melibatkan seluruh pihak terkait guna mencapai kesepahaman bersama. Selain itu, pondok pesantren juga berupaya membangun budaya kerja kolaboratif melalui pengarahan rutin, bimbingan interaktif, pemberian penghargaan kepada asatidz berprestasi, serta pelaksanaan evaluasi kinerja secara berkala. Strategi tersebut terbukti mampu meningkatkan profesionalisme, kedisiplinan, dan tanggung jawab asatidz serta menciptakan lingkungan kerja dan pembelajaran yang lebih kondusif. Penelitian ini merekomendasikan penguatan sistem pengawasan, peningkatan partisipasi asatidz dalam pengambilan keputusan, serta pengembangan program pelatihan berkelanjutan guna mendukung efektivitas manajemen konflik di lingkungan pesantren.