Provinsi Sulawesi Tenggara merupakan salah satu provinsi di Indonesia dengan prevalensi diabetes melitus yang mengalami penin gkatan. Data di wilayah provinsi Sulawesi Tenggara menunjukan bahwa pada tahun 2019 penderita DM di kota Kendari sebesar 3.488 tertinggi ke 5 dari 17 kabupaten, pada tahun 2020 meningkat dengan jumlah penderita DM sebanyak 26.676 tertinggi ke 2 dari 17 kabupaten, dan pada tahun 2021 jumlah penderita DM sebesar 4.235 tertinggi ke 2 dari 17 kabupaten (Data Sekunder Dinas Kesehatan Provi nsi Sulawesi Tenggara). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis efektivitas biaya terapi antidiabetik oral tunggal Metformin dan Glimepiride pada pasien DM tipe 2 Rawat Jalan di Puskesmas Puuwatu Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara Periode 2023 dengan menggunakan perhitungan ACER dan ICER. Penelitian ini merupakan metode deskriptif dan analisis kuantitatif pada data rekam medik pasien DM Tipe 2 dan biaya pengobatan. Penentuan populasi pada penelitian ini menggunakan Teknik Total Sampling dan pengumpulan sampel sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukan terapi antidiabetik oral tunggal yang lebih Cost Effective adalah golongan obat Biguanida (Metformin) 850 mg hal ini karena didapatkan total biaya rata-rata yang lebih rendah yaitu 722.832 dan efektivitas terapi yang lebih tinggi yaitu 77,77% dan nilai ACER terendah 9.294 dibandingkan dengan antidiabetik oral tunggal golongan Sulfonilurea (Glimepiride) 2 mg dengan total biaya rata-rata yang lebih tinggi 729.876 dengan efektivitas terapi yang lebih rendah yaitu 25% dan nilai ACER tertinggi29.195. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terapi antidiabetik oral tunggal yang lebih Cost Effective adalah terapi antidiabetik oral tunggal golongan Biguanida (Metformin) 850 mg daripada terapi antidiabetik oral tunggal golongan Sulfonylurea (Glimepiride) 2 mg. Saran pada penelitian ini yaitu agar puskesmas dapat mempertahankan anggaran dari pengobatan antidiabetik oral tunggal Metformin dan Glimepiride.