Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Evaluasi Interaksi Obat Pasien Hipertensi Dengan Komplikasi Diabetes Melitus Pada Pasien Lansia Di Rsud Lahat Putri, Anggy Utama; Regianti, Devi; Prasetyo, Dani
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v8i1.3615

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi dengan komplikasi diabetes melitus merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang sering dialami oleh pasien lanjut usia. Kondisi ini terjadi karena pasien lanjut usia umumnya memiliki beberapa penyakit kronis yang membutuhkan terapi kombinasi, sehingga meningkatkan risiko interaksi obat yang dapat memengaruhi efektivitas maupun keamanan terapi. Karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi bentuk serta mekanisme interaksi obat yang terjadi, serta menilai hubungan antara jenis kelamin, usia, jumlah obat, jenis dan golongan obat antihipertensi, obat antidiabetik, serta kombinasi obat dengan kejadian interaksi obat pada pasien lanjut usia di RSUD Lahat. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif retrospektif berdasarkan data rekam medis pasien rawat inap di RSUD Lahat periode Januari–Desember 2024. Sempel sebanyak 40 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Data yang dianalisis mencakup karakteristik pasien (jenis kelamin dan usia), jumlah obat yang digunakan, serta jenis dan golongan obat antihipertensi dan antidiabetes untuk mengidentifikasi potensi interaksi berdasarkan mekanisme farmakodinamik dan farmakokinetik. Tingkat keparahan interaksi serta hubungan antara jumlah, jenis, dan kombinasi obat terhadap kejadian interaksi diuji menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 22 responden laki-laki (55%) dan 18 perempuan (45%) dengan kelompok usia terbanyak 60–69 tahun 16 responden (40%), diikuti 70–79 tahun 15 responden (36%) dan 80–90 tahun 9 responden (23%). Sebagian besar menggunakan dua obat 23 responden (58%), diikuti tiga obat 14 responden (35%) dan empat obat 3 responden (8%), dengan Amlodipin 14 responden (35%) serta Candesartan 10 responden (25%) sebagai antihipertensi, dan Metformin 21 responden (52,5%) sebagai antidiabetes utama. Kombinasi Amlodipin–Metformin 9 responden (22,5%) paling sering menimbulkan interaksi, diikuti Candesartan–Insulin Aspart 7 responden (15%) serta Furosemide–Glimepiride 4 responden (10%). 23 responden (58%) mengalami interaksi obat dengan mekanisme farmakodinamik 17 responden (73,9%) dan farmakokinetik 6 responden (26,1%), seluruhnya pada tingkat keparahan sedang (moderate). Uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara jumlah obat (p = 0,003), jenis/golongan obat (p < 0,001), dan kombinasi obat (p < 0,001) terhadap kejadian interaksi, sedangkan usia (p = 0,408) dan jenis kelamin (p = 0,318) tidak memiliki hubungan signifikan. Kesimpulan: Di RSUD Lahat, interaksi obat pada pasien lansia yang menderita hipertensi dan diabetes melitus sangat tinggi, dan ini dipengaruhi oleh jumlah dan kombinasi obat yang diberikan.