Persoalan sampah di sekolah memengaruhi kesehatan, kebersihan kelas, dan kenyamanan belajar. Bukti pengabdian dan penelitian menunjukkan bahwa edukasi berbasis praktik meliputi penyuluhan singkat, permainan, dan simulasi pemilahan sampah dapat meningkatkan pengetahuan dan memantik perubahan perilaku siswa sekolah dasar. Mendeskripsikan perancangan dan pelaksanaan edukasi pengurangan sampah serta pemilahan sampah di SDN 04 Sungai Gading sebagai praktik baik yang dapat direplikasi. Kegiatan dilakukan pada 8 Agustus 2025 kepada siswa kelas 2, mencakup pengantar materi pengurangan sampah, guna ulang, dan daur ulang; permainan dan tanya jawab; serta simulasi pemilahan sampah memakai tempat sampah berlabel (organik–anorganik). Evaluasi formatif menggunakan pertanyaan lisan singkat dan observasi praktik. Seluruh siswa berpartisipasi aktif; mayoritas mampu menyebut contoh sampah organik dan anorganik, serta mempraktikkan pemilahan saat simulasi dan waktu istirahat. Guru mendampingi dan memberi penguatan verbal; sekolah menyepakati labelisasi tempat sampah dan piket kebersihan. Perubahan dari “tahu” menjadi “mau bertindak” tampak melalui kesediaan siswa mencoba dan saling mengingatkan, selaras dengan temuan bahwa penyuluhan singkat dan demonstrasi efektif membentuk sikap positif dan kepatuhan perilaku di tingkat SD. Penguatan perilaku dapat dilakukan melalui bank sampah mini dan bahan ajar sederhana dengan dukungan guru dan orang tua. Edukasi berbasis praktik yang kontekstual efektif memantik perubahan awal pengetahuan, sikap, dan perilaku pengelolaan sampah di sekolah dasar, serta dapat diperkuat dengan strategi keberlanjutan berbasis sekolah dan keluarga.