Latar belakang: Patient boarding atau lama tinggal pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) setelah keputusan rawat inap ditetapkan merupakan salah satu indikator penting dalam menilai mutu alur pelayanan rumah sakit. RSUD Dr. Adjidarmo sebagai rumah sakit umum daerah menghadapi tantangan tingginya kunjungan IGD yang berpotensi menyebabkan patient boarding berkepanjangan dan berdampak pada kepuasan pasien rawat inap. Tujuan penelitian: untuk menganalisis pengaruh faktor-faktor patient boarding (ketersediaan tempat tidur, overcrowding, proses administrasi, dan ketersediaan tenaga kesehatan) terhadap kepuasan pasien rawat inap. Metode penelitian: penelitian kuantitatif dengan desain explanatory cross-sectional. Populasi penelitian adalah pasien rawat inap yang masuk melalui IGD tahun 2025. Sampel dipilih menggunakan teknik probability sampling dengan rumus Slovin (margin error 10%) berjumlah 100 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan di analisis menggunakan uji korelasi serta regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian: terdapat korelasi positif antara faktor ketersediaan tempat tidur, proses administrasi dan ketersediaan tenaga kesehatan terhadap kepuasan pasien, dan terdapat korelasi negatif antara faktor overcrowding dengan kepuasan pasien. Secara parsial, overcrowding dan proses administrasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien (p > 0,05). Sebaliknya, ketersediaan tempat tidur dan tenaga kesehatan berpengaruh positif dan signifikan, dengan tenaga kesehatan sebagai faktor dominan (t = 8,320; p < 0,05). Secara simultan, keempat variabel berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien (F = 76,098; R² = 0,752). Kesimpulan: Overcrowding mempunyai korelasi negatif terhadap kepuasan pasien, kepuasan pasien rawat inap dipengaruhi oleh ketersediaan tempat tidur dan tenaga kesehatan.Kata Kunci: Patient Boarding, Overcrowding, IGD, Kepuasan Pasien, Tempat Tidur, Tenaga Kesehatan