This Author published in this journals
All Journal Widya Accarya
Ni Made Supriani
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Widya Accarya

Analisis Konsep Dasar Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar Ni Made Supriani; Gusti Ayu Gita Cemara; Ni Luh Nopi Pujiani; Gst Ngurah Komang Wiratama; Ida Bagus Putrayasa; I Nyoman Sudiana
Widya Accarya Vol. 17 No. 1 (2026): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep dasar pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar dan peranannya dalam pengembangan keterampilan berbahasa siswa; mengidentifikasi tujuan dan fungsi pembelajaran Bahasa Indonesia dalam meningkatkan kemampuan berkomunikasi siswa; menggali cakupan materi pembelajaran yang meliputi aspek kebahasaan, keterampilan berbahasa, dan sastra; serta mengetahui tantangan yang dihadapi dalam implementasi pembelajaran dan upaya pemecahannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa studi pustaka, yang bersumber dari literatur ilmiah, buku ajar, jurnal, dan dokumen kurikulum pendidikan dasar yang relevan. Data dianalisis menggunakan pendekatan reflektif dan interpretatif dengan merujuk pada teori pengembangan keterampilan berbahasa menurut Gereda (2020), teori keterampilan berbahasa terpadu menurut Yudistira (2016), serta prinsip-prinsip pembelajaran bahasa di sekolah dasar menurut Ali (2020) dan Suparlan (2020). Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia di SD bertujuan mengembangkan keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis secara terpadu agar siswa mampu berkomunikasi efektif. Materi pembelajaran mencakup bahasa dan sastra, yang tidak hanya memperkenalkan keindahan bahasa, tetapi juga nilai budaya lokal dan nasional. Tantangan yang dihadapi antara lain rendahnya minat siswa dan perbedaan kemampuan berbahasa, yang memerlukan strategi inovatif berbasis teknologi, pembelajaran kontekstual, dan kolaboratif.