Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penggunaan media sosial terhadap kesejahteraan psikologis remaja di era digital. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional untuk mengkaji hubungan antara intensitas penggunaan media sosial dan kondisi kesehatan mental remaja. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan responden remaja berusia 15–21 tahun yang aktif menggunakan media sosial minimal dua jam per hari. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang mencakup skala intensitas penggunaan media sosial serta skala kesehatan mental yang meliputi indikator kecemasan, stres, dan kesejahteraan psikologis. Data kemudian dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan regresi linear. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menggunakan media sosial lebih dari tiga jam per hari dengan platform yang paling dominan digunakan adalah Instagram, TikTok, dan YouTube. Intensitas penggunaan media sosial yang tinggi ditemukan memiliki hubungan signifikan dengan meningkatnya tingkat kecemasan, stres, dan tekanan emosional pada remaja. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti perbandingan sosial (social comparison), paparan terhadap standar kehidupan ideal di media sosial, serta pengalaman negatif dalam interaksi digital seperti cyberbullying. Namun demikian, media sosial juga memberikan beberapa manfaat positif seperti memperluas jaringan pertemanan, memberikan dukungan sosial, serta menjadi sarana ekspresi diri bagi remaja. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media sosial memiliki dampak multidimensional terhadap kesejahteraan psikologis remaja, sehingga pola penggunaan yang bijak, literasi digital, serta peran keluarga dan lingkungan sosial sangat diperlukan untuk meminimalkan dampak negatif dan memaksimalkan manfaat penggunaan media sosial. Kata Kunci: Media Sosial, Kesejahteraan Psikologis, Remaja, Kesehatan Mental, Intensitas Penggunaan.