Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dari Narasi ke Akuntabilitas: Komunikasi Pemimpin Perempuan dalam Membangun Kepercayaan Publik Ane Permatasari
JURNAL ILMIAH RESEARCH AND DEVELOPMENT STUDENT Vol. 4 No. 1 (2026): Februari : Jurnal Ilmiah Research and Development Student
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jis.v4i1.1615

Abstract

Penelitian ini berangkat dari tantangan kepemimpinan perempuan dalam sektor publik, di mana pemimpin perempuan sering kali dihadapkan pada beban ganda: tidak hanya dituntut menghasilkan kebijakan yang akuntabel, tetapi juga membangun kepercayaan publik di tengah stereotip gender. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi komunikasi yang digunakan oleh pemimpin perempuan dalam mentransformasikan narasi kepemimpinan menjadi praktik akuntabilitas yang mampu meningkatkan kepercayaan publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus pada tiga pemimpin perempuan di tingkat pemerintahan daerah. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemimpin perempuan mengandalkan model komunikasi dialogis dan transparan, yang mencakup tiga pola utama: (1) narasi empatik untuk membangun kedekatan emosional dengan publik, (2) komunikasi partisipatif melalui forum warga dan media sosial, serta (3) pelaporan kinerja secara berkala sebagai wujud akuntabilitas vertikal dan horizontal. Temuan ini juga mengungkap bahwa konsistensi antara narasi lisan dan tindakan nyata menjadi faktor penentu utama kepercayaan publik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi kepemimpinan perempuan yang berbasis pada kejujuran, keterbukaan, dan keterlibatan publik mampu mengubah narasi menjadi akuntabilitas yang substantif. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya pelatihan komunikasi publik berbasis gender dan penguatan mekanisme umpan balik warga dalam sistem pemerintahan daerah.