Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Desa Krandegan Melalui Branding Wisata Embong Berbasis Kearifan Lokal Untuk Penguatan Ekonomi Lokal Berkelanjutan Setiyono, Ahmad; Rakhman, Lira Agustina; Muzayanah, Arini; Qomariah, Lailil Khilmatul; Nazihah, Farrah Nisriinaa; Satifa, Resyika Azka; Azzahra, Qonita Izzah; Hardi, Inneke Putri
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Mei - Agustus
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i2.8644

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat Desa  Krandegan, Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi, melalui branding wisata Branding embung berbasis kearifan lokal guna memperkuat ekonomi lokal berkelanjutan. Eco- Masalah utama yang ditemukan meliputi pemanfaatan embung yang terbatas hanya sebagai tempat pemancingan, kurangnya branding dan identitas wisata, minimnya fasilitas pendukung, pengelolaan individual tanpa kelembagaan resmi, serta keterbatasan promosi digital dan partisipasi masyarakat. Solusi yang diterapkan melalui Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Darussalam Gontor mencakup tahap sosialisasi, pelatihan pengelolaan wisata dan digital marketing, implementasi branding (logo, papan nama, spot foto), pembuatan akun media sosial (Instagram, YouTube, TikTok), serta monitoring dan evaluasi selama 28 hari pada Februari- Maret 2026. Hasil yang diperoleh adalah peningkatan kapasitas masyarakat dalam konten kreatif dan pemasaran digital, penataan kawasan embung yang lebih tertata dan bersih, serta munculnya respons positif dari masyarakat luar terhadap promosi awal. Kesimpulannya, program ini berhasil mentransformasi embung menjadi destinasi eco-wisata potensial yang mendukung pendapatan baru dan keberlanjutan ekonomi desa. Pentingnya hasil pengabdian ini terletak pada kontribusinya terhadap pemberdayaan masyarakat melalui pariwisata berkelanjutan berbasis kearifan lokal, yang dapat direplikasi di desa-desa lain untuk penguatan ekonomi inklusif.