Tanah lempung menunjukkan karakteristik mekanik yang sangat dipengaruhi oleh perubahan kadar air, sehingga rentan mengalami penurunan parameter kuat geser pada kondisi jenuh maupun selama siklus pembasahan–pengeringan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh durasi inkubasi terhadap perkembangan parameter kuat geser efektif tanah lempung berplastisitas rendah (CL) yang distabilisasi menggunakan metode Microbially Induced Calcite Precipitation (MICP) melalui pendekatan biostimulasi. Sampel tanah disiapkan dalam dua kondisi, yaitu tanpa perlakuan dan dengan perlakuan MICP, kemudian diinkubasi selama 0, 7, dan 14 hari. Parameter kohesi (c′) dan sudut geser dalam (φ′) diperoleh melalui pengujian direct shear test dan dianalisis berdasarkan kriteria kegagalan Mohr–Coulomb. Hasil pengujian menunjukkan bahwa peningkatan durasi inkubasi berkontribusi signifikan terhadap kenaikan parameter kuat geser pada sampel MICP. Pada masa inkubasi 14 hari, nilai kohesi mencapai 10,794 kPa, meningkat sekitar 167% dibandingkan tanah tanpa perlakuan, sedangkan sudut geser meningkat hingga 27,889° atau sekitar 63% lebih tinggi dibandingkan sampel untreated. Tegangan geser maksimum juga tercatat meningkat hingga sebesar 140% dibandingkan tanah tanpa perlakuan. Analisis statistik menggunakan uji ANOVA pada tingkat kepercayaan 95% menunjukkan bahwa perbedaan parameter geser antarperlakuan signifikan secara statistik (p < 0,05) pada seluruh variasi durasi inkubasi. Peningkatan parameter kuat geser tersebut mengindikasikan bahwa presipitasi CaCO₃ yang berkembang selama masa inkubasi berperan dalam memperkuat ikatan antarpartikel tanah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa MICP berbasis biostimulasi merupakan metode stabilisasi yang efektif dalam meningkatkan performa mekanik tanah lempung, melalui peningkatan kohesi dan sudut geser seiring bertambahnya durasi inkubasi.