Penelitian berjudul Pengaruh Pola Komunikasi Digital terhadap Kesehatan Mental Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember di Era Media Sosial menjelaskan bahwa meningkatnya intensitas penggunaan media sosial di kalangan mahasiswa menjadikan komunikasi digital sebagai bagian penting kehidupan akademik dan sosial, namun juga berpotensi menimbulkan tekanan psikologis seperti kecemasan, stres, dan penurunan kepercayaan diri akibat cyberbullying, perbandingan sosial, serta overload informasi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei analitik. Responden merupakan mahasiswa aktif Universitas Muhammadiyah Jember dari berbagai fakultas yang dipilih melalui teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pola komunikasi digital, intensitas dan bentuk interaksi media sosial, serta skala kesehatan mental yang telah tervalidasi. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan regresi linier, serta didukung wawancara singkat untuk memperkaya interpretasi. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa pola komunikasi digital dengan intensitas tinggi, terutama yang bersifat pasif dan berbasis perbandingan sosial, berpengaruh signifikan terhadap meningkatnya tingkat stres dan kecemasan mahasiswa. Sebaliknya, komunikasi digital yang lebih selektif dan suportif berkorelasi positif dengan kesehatan mental. Simpulan menyatakan bahwa pola komunikasi digital berpengaruh nyata terhadap kesehatan mental mahasiswa, sehingga diperlukan program literasi digital dan intervensi kesehatan mental yang terintegrasi di lingkungan kampus.