M. Thoriq Habibie
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Interpretative Phenomenological Analysis : Pengalaman Perantau Korban Tsunami Aceh 2004 Raisa Syahrani; Raviqa Mawaddah; Alya Zirahtu Nisyah; Sarah Ainil Putri; M. Thoriq Habibie; Miranda Khairul; Adila Tsurayya; Shabilla Yovanda Lukman; Shafira Mutiari Rafi; Zakwan Adri
Culture education and technology research (Cetera) Vol. 3 No. 2 (2026): Vol. 3 No. 2 2026
Publisher : FKIP - Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ctr.v3i2.231

Abstract

Interpretative Phenomenological Analysis Pengalaman Perantau Korban Tsunami Aceh 2004. Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak lepas dari hubungan sesama manusia, salah satunya dengan usaha meninggalkan daerah asalnya untuk menetap di daerah baru yang dikenal sebagai merantau. Perpindahan ini membuat para perantau harus menyesuaikan diri dengan berbagai situasi, termasuk bencana alam. Peristiwa bencana tsunami di Aceh pada tahun 2004 merupakan peristiwa tsunami terbesar di Indonesia dan tragedi alam paling mematikan dalam sejarah modern sehingga memberikan dampak terhadap para perantau di Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengalaman perantau korban pasca tsunami Aceh 2004 serta bagaimana perantau memaknai pengalaman tersebut. Jumlah partisipan dalam penelitian ini sebanyak 2 perantau yang merupakan korban bencana tsunami Aceh 2004. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Teknik analisis data pada penelitian ini adalah interpretative phenomenological analysis (IPA) yang berfokus pada pengalaman pribadi subjek dengan menggunakan in depth interview. Ditemukan empat tema induk yakni; (1) Dampak yang dirasakan akibat bencana tsunami 2004. (2) Metamorfosis diri. (3) Mukjizat Yang Maha Esa. (4) Emosi Terkuak. Dengan tema penyebaran superordinat sebanyak 13 yaitu, Berpulangnya orang terkasih, tercekat tak berdaya, luka yang bermakna, kembali pulang, bangkit dengan jerih payah, trauma, emosi yang bergejolak, emosi terpendam, mental baja, timbang imbang rasa, spiritual, supernatural dan skeptis.
Interpretative Phenomenological Analysis : Pengalaman Perantau Korban Tsunami Aceh 2004 Raisa Syahrani; Raviqa Mawaddah; Alya Zirahtu Nisyah; Sarah Ainil Putri; M. Thoriq Habibie; Miranda Khairul; Adila Tsurayya; Shabilla Yovanda Lukman; Shafira Mutiari Rafi; Zakwan Adri
Culture education and technology research (Cetera) Vol. 3 No. 2 (2026): Vol. 3 No. 2 2026
Publisher : FKIP - Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ctr.v3i2.231

Abstract

Interpretative Phenomenological Analysis Pengalaman Perantau Korban Tsunami Aceh 2004. Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak lepas dari hubungan sesama manusia, salah satunya dengan usaha meninggalkan daerah asalnya untuk menetap di daerah baru yang dikenal sebagai merantau. Perpindahan ini membuat para perantau harus menyesuaikan diri dengan berbagai situasi, termasuk bencana alam. Peristiwa bencana tsunami di Aceh pada tahun 2004 merupakan peristiwa tsunami terbesar di Indonesia dan tragedi alam paling mematikan dalam sejarah modern sehingga memberikan dampak terhadap para perantau di Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengalaman perantau korban pasca tsunami Aceh 2004 serta bagaimana perantau memaknai pengalaman tersebut. Jumlah partisipan dalam penelitian ini sebanyak 2 perantau yang merupakan korban bencana tsunami Aceh 2004. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Teknik analisis data pada penelitian ini adalah interpretative phenomenological analysis (IPA) yang berfokus pada pengalaman pribadi subjek dengan menggunakan in depth interview. Ditemukan empat tema induk yakni; (1) Dampak yang dirasakan akibat bencana tsunami 2004. (2) Metamorfosis diri. (3) Mukjizat Yang Maha Esa. (4) Emosi Terkuak. Dengan tema penyebaran superordinat sebanyak 13 yaitu, Berpulangnya orang terkasih, tercekat tak berdaya, luka yang bermakna, kembali pulang, bangkit dengan jerih payah, trauma, emosi yang bergejolak, emosi terpendam, mental baja, timbang imbang rasa, spiritual, supernatural dan skeptis.