Pamungkas Handy Mulyawan
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tatalaksana Kasus Partial Edentulous Menggunakan Gigi Tiruan Sebagian Lepasan (GTSL) Akrilik An Nisaa Rahmaniah; Pamungkas Handy Mulyawan
Quantum Wellness : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2026): Maret: Quantum Wellness : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/quwell.v3i1.2922

Abstract

Pendahuluan: Kehilangan gigi dapat dikelompokan menjadi 2 jenis, yaitu kehilangan gigi sebagian ataupun seluruhnya. Kehilangan gigi sebagian atau partial edentulous digambarkan sebagai suatu kondisi hilangnya satu atau beberapa gigi, namun tidak hilang secara keseluruhan. Dalam dunia kedokteran gigi salah satu cara untuk mengatasi masalah partial edentulous yaitu dengan melakukan perawatan pengantian gigi menggunakan gigi tiruan sebagian lepasan (GTSL). GTSL merupakan solusi prostetik yang paling umum dipilih karena terbuat dari berbagai jenis bahan, seperti resin akrilik, kerangka logam dan termoplastik. GTSL resin akrilik menjadi pilihan yang paling disukai, karena sifatnya yang ekonomis, mudah dibentuk dan ringan. Laporan kasus ini menjelaskan tatalaksana kasus edentulous partial dengan pembuatan GTSL resin akrilik. Laporan Kasus: Pasien laki-laki berusia 56 tahun datang dengan keluhan adanya beberapa gigi atas dan bawah yang. Pasien menyatakan bahwa kondisi ini membuat pasien menjadi tidak nyaman saat menguyah makanan. Dari seluruh hasil pemeriksaan dapat diketahui bahwa diagnosis kasus pasien yaitu Kennedy kelas I modifikasi I dan Applegate Kennedy kelas I modifikasi 1P dengan rencana perawatan yaitu pembuatan GTSL akrilik. Tatalaksana: Tatalaksana kasus partial edentulous dengan menggunakan gigi tiruan sebagian lepasan (GTSL) akrilik ini dilakukan atas persetujuan pasien dengan rencana perawatan yang telah dijelaskan sebelumnya saat kunjungan pertama. Kesimpulan: Tatalaksana partial edentulous dengan menggunakan gigi tiruan sebagian lepasan (GTSL) berbahan resin akrilik dalam kasus ini mampu mengembalikan fungsi pengunyahan, fungsi bicara dan estetika pasien. Hasil pemeriksaan saat kontrol pasca penggunaan GTSL 1 minggu, diketahui bahwa gigi tiruan sangat nyaman selama digunakan dan tidak ditemukan adanya traumatik pada mukosa rongga mulut.
Pertimbangan Desain Gigi Tiruan Sebagian Lepasan Resin Akrilik pada Kasus dengan Torus Palatinus Andini Fitri Zaraswati; Pamungkas Handy Mulyawan; Alicia Putri Dhea; Fauzia Variansiana; Syifa Shafira
Quantum Wellness : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2026): Juni: Quantum Wellness : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/quwell.v3i2.3084

Abstract

In the planning of removable partial dentures (RPD), design is a crucial factor that must be tailored to each patient’s clinical condition, while one of the main challenges in RPD design is anatomical variation in the oral cavity such as torus palatinus, which may affect retention, stability, and patient comfort. This report aims to discuss the design considerations of acrylic resin RPD in patients with torus palatinus, particularly in determining optimal design modifications. A 42-year-old female patient presented with complaints of difficulty chewing due to the loss of several teeth in both the maxilla and mandible. Intraoral examination revealed missing teeth 15, 11, and 25, with healthy mucosal and periodontal conditions, and a nodular torus palatinus measuring approximately 2.5 × 2 cm was identified along the midline of the palate. RPD design planning in this case requires an individualized approach, particularly in the selection of the major connector and base adaptation to avoid pressure on the torus area, and design modifications were implemented to improve load distribution and patient comfort. The use of a U-shaped major connector with relief over the torus area effectively avoids direct contact, thereby enhancing comfort, preventing mucosal irritation, and supporting masticatory function.