Pembelajaran konsep sudut di sekolah dasar kerap terkendala karena sifatnya abstrak dan menuntut kemampuan visualisasi serta pemahaman spasial. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses didaktisasi materi sudut melalui media jam sebagai objek budaya yang familiar bagi siswa, serta mengidentifikasi tahapan didaktisasi (kulturalisasi, institusionalisasi, personalisasi) dan bentuk scaffolding yang mendukung internalisasi konsep. Metode yang digunakan adalah Didactical Design Research (DDR) dengan pendekatan kualitatif pada 28 siswa kelas V SDN 021 Tarai Bangun (usia 10–11 tahun) yang dipilih secara purposif berdasarkan heterogenitas kemampuan matematika. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur dengan guru dan siswa, dokumentasi aktivitas, serta tes pemahaman sudut yang divalidasi; keabsahan data dijaga melalui triangulasi, member checking, dan peer debriefing. Analisis tematik digunakan untuk memetakan pola didaktisasi dan transformasi pengetahuan dari scholarly knowledge menjadi taught knowledge. Hasil menunjukkan pembelajaran konvensional yang berpusat pada guru menciptakan kesenjangan antara konsep formal dan pemahaman siswa. Implementasi media jam memfasilitasi scaffolding visual, konseptual, dan prosedural melalui aktivitas memutar jarum, mengamati perubahan besar sudut, serta memverbalisasi terminologi sudut dengan bahasa sehari-hari. Siswa menunjukkan peningkatan kemampuan mengidentifikasi jenis sudut, mengukur besar sudut, dan menerapkan konsep pada situasi kehidupan. Pola didaktisasi yang muncul meliputi simplifikasi konseptual, kontekstualisasi melalui contoh jam, dan gradualisasi tugas dari identifikasi sudut menuju pemecahan masalah. Proses decontextualization–recontextualization memperlihatkan siswa mampu menggeneralisasi konsep sudut dari jam ke objek geometri lain secara lisan dan tertulis. Temuan menegaskan media jam efektif sebagai alat mediasi untuk membangun pemahaman konseptual yang bermakna dan mendukung transfer of learning, serta memberi panduan desain pembelajaran geometri yang kontekstual di sekolah dasar