Beberapa  tahun terakhir ini telah  dikembangkan otomatisasi pemrosesan form isian  data  menggunakan  Lembar   Jawab  Komputer  (LJK)  atau  Dokumen Bertanda Jawab (DBJ). Otomatisasi tersebut diperlukan karena  jumlah data atau kuisioner  yang  besar  menyebabkan  kebutuhan  akan  efisiensi   pemrosesan mutlak  diperlukan. LJK dibaca dan  diproses menggunakan piranti  yang disebut Optical  Mark  Reader  (OMR)  yaitu  sejenis   pemindai  khusus  yang  dapat mendeteksi tanda pada lembar  jawab. Piranti  OMR  yang  beredar  dipasaran  memiliki  kisaran  harga  yang  tinggi sedangkan kebutuhan akan  piranti  OMR  saat  ini  tidak  hanya  pada  institusi besar,  tetapi  juga  institusi menengah maupun  kecil.  Biaya  pengadaan OMR dapat  memberatkan  anggaran  atau  bahkan  tidak  terjangkau.  Berangkat dari keadaan  ini  muncul ide untuk mengembangkan perangkat pemeriksa lembar jawab  yang  ekonomis  namun  tidak  mengurangi  keakuratan  pemeriksaan jawaban.  Perangkat ini  dinamakan Digital Mark  Reader (DMR)  yang dikembangkan oleh  LPPM-ITB. penelitian ini mencoba untuk mengusulkan desain DBJ yang sederhana dengan pembacaan identitas dan jawaban peserta ujian atau responden dengan metode pengenalan karakter. Hasil yang diperoleh dari pengujian yaitu keseluruhan DBJ mengalami kemiringan ketika proses peletakan DBJ ke dalam alat scanner data hasil pengolahan dapat dilihat pada Tabel 5.1, dari tabel dilihat DBJ yang mengalami sudut kemiringan paling kecil adalah -0,0560 dan terbesar adalah -1,860. Kondisi ini akan mempengaruhi proses pengenalan NIM dan Jawaban oleh Sistem, dikarenakan koordinat setiap titik dari karakter pengisian telah ditentukan sebelumnya. Hasil keakuratan yang diperoleh dari identifikasi jawaban sejumlah 11 DBJ adalah 94,1 %.