Beberapa jenis ikan air tawar hidup pada Danau Balang Tonjong Kelurahan Antang, Manggala, merupakan salah satu sumber bahan pangan sebagian kecil masyarakat Kota Makassar. Danau Balang Tonjong terletak pada bagian Timur Kota Makassar, termasuk area permukiman padat penduduk dan sekitar 60% keliling danau merupakan akses jalan raya yang dilalui kendaraan dengan tingkat kepadatan tinggi. Kedua hal ini sangat memungkinkan terjadinya paparan logam berat terutama timbal (Pb). Penilaian cemaran Pb terhadap ikan, air dan sedimen danau tersebut penting dilakukan, bertujuan memberikan informasi kepada masyarakat sekitar tentang keamanan sumber bahan pangan ikan. Metode yang digunakan adalah SSA dengan tahapan destruksi, ekstraksi dan pengukuran serapan pada λmaks. 238, 3 nm. Larutan pengekstrak HCl pa: HNO3 pa perbandingan 3:1. Hasil analisis tingkat cemaran Pb pada Danau Balang Tonjong untuk kelima jenis sampel ikan berturut-turut, yakni ikan gabus (1,1917 mg/Kg); ikan Nila Hitam (0,7214 mg/Kg); ikan Sepat (0,8239 mg/Kg); ikan Betok (0,9095 mg/Kg) dan Belut (1,0057 mg/Kg). Sedangkan Kadar Pb pada air Danau Balang Tonjong dan sedimen masing-masing 0,4998 mg/L dan 23,2665 mg/Kg. Hasil ini menunjukkan bahwa ikan yang diperoleh pada Danau Balang Tonjong tidak aman dikonsumsi karena tercemar logam berat Pb diatas nilai ambang batas aman berdasarkan SNI 7387, Tahun 2009, dan SK Dirjen BPOM 1989, untuk ikan maks. 0, 3 mg/Kg. Air Danau Balang Tonjong tidak layak sebagai sumber air sekunder dan sedimen memenuhi persyaratan nilai abang batas maksimum menurut NSI Nomor 7758 Tahun 2013 untuk air danau 0,15 mg/L dan sedimen .Â