Sistem Manajemen Mutu merupakan suatu citra yang sangat didambakan oleh setiap kontraktor dalam memberikan jasa kepada pemilik proyek, baik dalam hal jasa pelayanan maupun jasa produksi. Pengertian Sistem Manajemen Mutu dalam konteks industri jasa konstruksi dapat didefinisikan melalui berbagai pendekatan, tetapi pada prinsipnya adalah aspek-aspek dari fungsi manajemen keseluruhan yang menetapkan dan menjalankan kebijakan mutu suatu perusahaan/organisasi. Namun tingkat kepedulian perusahaan jasa konstruksi di Indonesia terhadap Manajemen Mutu masih rendah. Hal ini dapat dilihat dari beberapa perusahaan jasa konstruksi yang belum maksimal dalam menerapkan Sistem Manajemen Mutu. ISO merupakan suatu standar Internasional yang mengatur tentang Sistem Manajemen Muttu. PT.Hutama Karya sebagai suatu perusahaan yang bergerak pada bidang jasa konstruksi telah mendapatkan sertifikat ISO 9001 : 2008 dan dapat meneerapkannya dalam proyek-proyek konstruksi. Dalam tugas akhir ini, permasalahan yang diangkat ialah bagaimana penerapan Sistem Manajemen Mutu pada proyek pembangunan/perluasan gedung kantor kejaksaan tinggi Sulawesi Selatan . Untuk mengetahui penerapan Sistem Manajemen Mutu dalam pelaksanaan proyek konstruksi tersebut, maka dilakukan observasi, pengambilan data, dan wawancara dengan personil yang terkait dalam pelaksanaan proyek konstruksi tersebut. Penilaian penerapan Sistem Manajemen Mutu ini di dapat dengan menganalisa data dokumen dari PT.Hutama Karya, dengan metode skor audit dan skala pengukuran variable menggunakan slkalla likert. Dari hasil analisa dokumen PT.Hutama Karya pada proyek pembangunan/perluasan gedung kantor kejaksaan tinggi Sulsel di diperoleh beberapa dokumen Manajemen Mutu yang belum lengkap, sedangkan dari hasil analisis data diperoleh sebesar 85,27 % untuk pertanyaan mengenai Manajemen PT.Hutama Karya (Persero), dan 89,76 % untuk pertanyaan mengenai Pelaksanaan Proyek Pembangunan/perluasan Gedung Kejati Sulsel. Berdasarkan hasil tersebut termasuk dalam kategori sangat baik.