Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengujian Sambungan Tumpul (Butt Joint) 1g Menggunakan Mesin Las Tig/GTAW Pada Pelat Baja Lunak Dengan Sudut Kemiringan 20°, 30° Dan 50° Dwi Purwanto
Jurnal Mema (Jurnal Mesin dan Manufaktur) Vol. 1 No. 1 (2024): Oktober 2024
Publisher : Indie Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66865/4cq6ca61

Abstract

Gas Tungsten Arc Welding (GTAW) ialah beberapa bentuk las busur yang menggunakan gas inert untuk melindungi bagian tungsten atau wolfram sebagai elektrodanya. Pengelasan ini dilakukan dengan cara manual atau otomatis dan bahkan tidak menggunakan fluks Peralatan yang dipakai dalam proses las ini sangat komplit, namun dari segi biaya lebih mahal dibandingkan dengan las listrik pada umumnya. Jadi las TIG ini merupakan perbaikan dari proses las listrik. Pengelasan GTAW/TIG terdapat beberapa jenis sambungan salah satunya sambungan tumpul (Butt Joint). Jenis koneksi ini tentu memiliki maksud dan tujuan nya. Ini juga terkait dengan penempatan posisi las. Itu sebabnya dapat mengenal berbagai letak pengelasan contohnya posisi 1G. Pada area las dengan sambungan tumpul atau (butt joint) posisi 1G ini mengggunakan plat Mild steel ukuran 150 x 125 x 6 mm.
Rancang Bangun Mesin Dongkrak Menggunakan Motor Listrik Bor Tangan Dwi Purwanto
Jurnal Mema (Jurnal Mesin dan Manufaktur) Vol. 1 No. 1 (2024): Oktober 2024
Publisher : Indie Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66865/ww5bb783

Abstract

Teknologi diciptakan untuk menghasilkan suatu barang atau produk untuk mempermudah kerja dan aktivitas manusia. Salah satunya dibidang transportasi. Pada bidang transportasi dibuat berbagai jenis kendaraan mulai dari yang sederhana, misalkan sepeda, sampai ke jenis transportasi yang canggih seperti pesawat terbang. Salah satu jenis transportasi yang banyak digunakan manusia untuk mempermudah aktivitasnya adalah mobil. Seperti halnya mesin-mesin yang lain, mobil dapat mengalami kerusakan selama masa penggunaan, sehingga memerlukan suatu perbaikan dan pemeliharaan baik secara berkala maupun dalam keadaan mendadak saat terjadi kerusakan di jalan. Perbaikan kerusakan yang terjadi pada mobil khususnya kerusakan yang terjadi pada bagian bawah kendaraan dan pada roda-roda, biasanya membutukan bantuan sebuah alat pengangkat seperti dongkrak. Dongkrak berfungsi untuk mengangkat mobil, sehingga untuk perbaikan pada roda-roda kendaraan ataupun kerusakan pada bagian bawah kendaraan dapat dilakukan dengan mudah. Jadi, dongkrak ini bisa digunakan secara otomatis sehingga saat mengalami pecah ban di jalanan tidak perlu capek lagi untuk mendongkrak mobil secara manual. Menurut cara kerjanya dongkrak dibedakan menjadi dua jenis yaitu dongkrak hidrolik dan dongkrak mekanis. Berdasarkan uraian di atas perlu dikembangkan suatu alat pengangkat yang mudah dalam pengopersiannya. Sehingga dibuatlah perancangan mesin “Dongkrak Hidrolik Menggunakan Motor Listrik”.