Perkembangan urbanisasi berdampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, terutama melalui sektor industri dan perdagangan. Keputusan strategis terkait penentuan lokasi industri menjadi krusial dalam era globalisasi, mengingat dampaknya pada efisiensi operasional, biaya produksi, dan daya saing perusahaan. Penelitian ini membahas sistem pendukung keputusan menggunakan metode Weighted Product (WP) untuk menentukan lokasi industri yang optimal di Indonesia. Dengan mempertimbangkan kepadatan penduduk, upah minimum regional, dan luas wilayah, penelitian ini menemukan bahwa Jawa Tengah adalah lokasi paling ideal untuk pembangunan industri, dengan nilai preferensi tertinggi sebesar 0,3926. Kepadatan penduduk yang moderat (1.078 per KM²), upah minimum yang relatif rendah (Rp 1.742.015), dan luas wilayah yang memadai (34.337 KM²) membuat Jawa Tengah menonjol dibandingkan Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta. Nilai preferensi untuk Jawa Barat adalah 0,3649, Banten 0,2152, dan DKI Jakarta 0,0272. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan objektivitas dan efisiensi dalam pengambilan keputusan lokasi industri, sekaligus memberikan umpan balik yang konstruktif bagi pengusaha. Hasil penelitian ini tidak hanya memberikan kontribusi pada bidang industri dan ekonomi, tetapi juga menunjukkan inovasi dalam penerapan teknologi informasi untuk manajemen industri. Dengan demikian, temuan ini dapat menjadi acuan bagi pengusaha dalam memanfaatkan keberadaan industri untuk meningkatkan perekonomian daerah secara optimal.