Latar Belakang: Penatalaksanaan awal pasien gawat darurat di fasilitas kesehatan tingkat pertama merupakan faktor penting menentukan keberhasilan stabilisasi kondisi pasien sebelum dilakukan rujukan ke rumah sakit. Kompetensi perawat menjadi salah satu determinan utama dalam keberhasilan tindakan karena perawat merupakan tenaga kesehatan yang paling sering memberikan pertolongan pertama pada kondisi kegawatdaruratan. Tujuan: Menganalisis hubungan kompetensi perawat dalam penatalaksanaan awal dengan stabilitas kondisi pasien gawat darurat sebelum rujukan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian 33 perawat menggunakan teknik total sampling. Kompetensi perawat diukur menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas, stabilitas pasien dinilai melalui lembar observasi berdasarkan parameter tanda vital sebelum rujukan. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil: Sebanyak 44% responden memiliki kompetensi rendah, 16% kompetensi sedang, dan 40% kompetensi baik. Sebagian besar pasien (60%) dalam kondisi stabil sebelum dirujuk, sedangkan 40% dalam kondisi tidak stabil. Hasil uji Chi-Square nilai p = 0,000 (<0,05), adanya hubungan yang bermakna antara kompetensi perawat dalam penatalaksanaan awal dengan stabilitas kondisi pasien gawat darurat sebelum rujukan. Saran: Diharapkan peningkatan kompetensi melalui pelatihan kegawatdaruratan, simulasi klinis, dan supervisi berkala perlu dilakukan untuk meningkatkan mutu pelayanan serta keselamatan pasien di fasilitas kesehatan tingkat pertama.Kata Kunci: Gawat Darurat, Kompetensi Perawat, Penatalaksanaan Awal, Stabilitas Pasien, Rujukan.