Albiana, Keysha Deema
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perlindungan Hukum Terhadap Korban Kejahatan Pemaksaan Persetubuhan Pada Anak Ditinjau Dari Aspek Viktimologi Albiana, Keysha Deema
Ius Civile: Refleksi Penegakan Hukum dan Keadilan Vol 10, No 1 (2026): April
Publisher : Prodi Ilmu Hukum, Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jic.v10i1.15023

Abstract

AbstractSexual assault against children, especially forced intercourse, is one of the most common forms of sexual violence in Indonesia, and the number of cases continues to increase every year. This crime causes serious impacts on the victim, both physically and psychologically. Therefore, this study examines the forms of legal protection for child victims and the obstacles in its implementation using a victimology approach. However, in practice, legal protection for child victims of forced intercourse is sill not fully effective, even though regulations already exist. This happens because many legal policies in Indonesia focus more on punishing the offender rather than helping the victim recover. Through the victimology approach, this study emphasizes the importance of prioritizing services and recovery for victims, not only the punishment of the offender.Kata Kunci: Legal Protection, Sexual Coercion, Child, Victimology. AbstrakTindak pidana pemaksaan persetubuhan pada anak merupakan salah satu bentuk kekerasan seksual yang paling banyak di Indonesia dan kasusnya terus meningkat setiap tahunnya. Dan tindak kejahatan pemaksaan persetubuhan ini menimbulkan banyak sekali dampak, baik dampak fisik maupun dampak psikologis. Sehingga, penelitian ini mengkaji mengenai bentuk perlindungan hukum pada anak sebagai korban serta hambatan dalam implementasinya melalui pendekatan viktimologi. Namun, dalam pelaksanaannya perlindungan hukum pada anak sebagai korban pemkasaan persetubuhan ini belum optimal seutuhnya walaupun adanya peraturan perundang-undangan yang mengatur karena kebanyakan kebijakan hukum di Indonesia lebih mengedepankan penghukuman pelaku dibandingkan pemulihan korban. Sehingga, dengan pendekatan viktimologi ini menegaskan mengenai pentingnya pelayanan dan pemulihan pada korban dengan tidak hanya pada penghukuman pelaku saja.Kata Kunci: Perlindungan hukum, Pemaksaan Persetubuhan, Anak, Victimologi