Perusahaan sektor publik di Indonesia, khususnya Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PERUMDAM), menghadapi tantangan yang semakin besar dalam kualitas pelayanan, inovasi digital, dan tata kelola yang berkelanjutan. PERUMDAM Tirta Mayang Kota Jambi mencatat 13.413 pengaduan pelanggan pada tahun 2024, dengan mayoritas pengaduan masih dilakukan secara konvensional, yang mengindikasikan belum optimalnya pemanfaatan teknologi digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh prinsip Environmental, Social, dan Governance (ESG) terhadap inovasi layanan publik melalui Entrepreneurial Orientation (EO) sebagai variabel mediasi pada PERUMDAM Tirta Mayang Kota Jambi. Pendekatan kuantitatif cross-sectional digunakan dalam penelitian ini, dengan 186 karyawan aktif sebagai responden yang dipilih menggunakan rumus Lemeshow. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan Partial Least Square Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui program SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip Environmental berpengaruh positif dan signifikan terhadap Entrepreneurial Orientation (koefisien jalur = 0,561; p = 0,000), sedangkan prinsip Social dan Governance tidak berpengaruh signifikan. Entrepreneurial Orientation terbukti berpengaruh signifikan terhadap inovasi layanan publik (koefisien jalur = 0,454; p = 0,000). Selain itu, Entrepreneurial Orientation hanya memediasi secara parsial hubungan antara prinsip Environmental dan inovasi layanan publik, namun tidak memediasi prinsip Social maupun Governance. Temuan ini mengimplikasikan bahwa pengintegrasian keberlanjutan lingkungan ke dalam budaya kewirausahaan merupakan kunci dalam mendorong inovasi layanan publik. Organisasi publik perlu memprioritaskan implementasi ESG, khususnya dimensi environmental, guna memperkuat kapasitas inovatif dan kualitas layanan.