Jantika, Triana
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Suhu dan Waktu Penyangraian terhadap Karakteristik Fisikokimia dan Organoleptik Kopi Liberika Lampung Jantika, Triana; Ulfa, Masayu Nur; Talitha, Zada Agna
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 20, No 1 (2026): TEKNOTAN, April 2026
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol20n1.4

Abstract

Kopi menjadi minuman populer dikarenakan aroma dan cita rasanya yang khas, yang berasal dari senyawa volatil. Salah satu varietas lokal yang mulai dikembangkan adalah kopi liberika, khususnya di Lampung Utara. Karakter rasa dan aroma kopi liberika sering dianggap kurang kompleks, maka diperlukan penanganan pascapanen yang tepat, terutama pada tahap penyangraian. Proses penyangraian sangat menentukan mutu akhir kopi. Variasi suhu dan waktu sangrai memegang peran penting dalam membentuk profil sensorik kopi yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh suhu dan waktu penyangraian terhadap karakteristik rendemen, kadar air, pH, total asam tertitrasi, kafein, dan organoleptik kopi liberika. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode rancangan acak kelompok (RAK) dengan faktor yaitu suhu penyangraian (180 °C, 200 °C dan 220 °C) dan waktu penyangraian (10 dan 14 menit). Analisis data dilakukan menggunakan SPSS dengan analisis varians (ANOVA) dan uji lanjutan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) dan Estimated Marginal Means pada taraf signifikansi α=0,05. Hasil ANOVA menunjukkan suhu penyangraian berpengaruh signifikan (P > 0,05) terhadap rendemen, kadar air, pH, total asam tertitrasi, kafein, serta seluruh parameter organoleptik kopi liberika. Waktu penyangraian juga menunjukkan pengaruh signifikan (P > 0,05) terhadap rendemen, kadar air, pH, total asam tertitrasi, kafein, dan organoleptik aroma. Interaksi suhu dan waktu penyangraian berpengaruh signifikan (P > 0,05) terhadap organoleptik aroma, rasa, dan keseluruhan. Perlakuan penyangraian pada suhu 220 °C selama 10 menit merupakan perlakuan terbaik karena kadar air dan pH yang paling sesuai serta paling disukai oleh panelis secara organoleptik.