Abdussalam, Mu'azzam
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Respon Pertumbuhan dan Pembungaan Tanaman Tapak Dara (Catharanthus roseus (L.) G. Don) terhadap Konsentrasi Eco-enzyme dan Dosis Pupuk NPK Abdussalam, Mu'azzam; Sitawati, Sitawati
Produksi Tanaman Vol. 14 No. 2 (2026): Februari
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2026.014.2.05

Abstract

Tapak dara (Catharanthus roseus (L.) G. Don) merupakan tanaman hias yang populer dan memiliki banyak manfaat seperti dapat digunakan sebagai tanaman pagar, lanskap, dan termasuk sebagai bahan obat. Pemeliharaan bibit tapak dara perlu dilakukan dengan tepat karena tapak dara termasuk tanaman yang memerlukan unsur hara yang minim dan mampu beradaptasi dengan cekaman lingkungan yang tinggi. Penggunaan pupuk anorganik pada pemeliharaan bibit tapak dara dapat dikurangi dan diimbangi dengan penggunaan fermentasi bahan organik, seperti eco-enzyme. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari respon pertumbuhan dan pembungaan tapak dara terhadap konsentrasi eco-enzyme dan dosis pupuk NPK. Penelitian dilaksanakan di green house yang berada pada ketinggian 450 meter diatas permukaan laut (mdpl) di Kecamatan Sukun, Kota Malang, mulai dari bulan Desember 2024 hingga Februari 2025. Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang disusun secara faktorial dengan dua faktor: konsentrasi eco-enzyme (0 ml l-1, 15 ml l-1, 30 ml l-1) dan dosis pupuk NPK (2 g tanaman-1, 3 g tanaman-1, 4 g tanaman-1). Aplikasi konsentrasi eco-enzyme 15 ml l-1 dan dosis pupuk NPK 2 g tanaman-1 menunjukkan interaksi dan meningkatkan indeks klorofil dan luas daun. Konsentrasi eco-enzyme 15 ml l-1 dapat meningkatkan jumlah daun, jumlah cabang, bobot kering total, mempercepat waktu muncul bunga dan meningkatkan jumlah bunga per tanaman. Dosis pupuk NPK 2 g tanaman-1 juga memberikan jumlah daun dan jumlah cabang yang lebih tinggi dibandingkan dosis 4 g tanaman-1.