Ayyubi Kholid Saifullah
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Konstruksi Diskursif Netralitas Aktif Muhammadiyah dalam Pemilu 2024 Ayyubi Kholid Saifullah; Yunan, Zulfahmi Yasir
Sospol Vol. 12 No. 1 (2026): Januari-Juni
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jurnalsospol.v12i2.37975

Abstract

Penelitian ini menganalisis konstruksi wacana “netral aktif” sebagai sikap politik Muhammadiyah dalam Pemilu 2024. Studi ini berangkat dari perdebatan mengenai posisi organisasi masyarakat sipil keagamaan dalam dinamika politik elektoral, khususnya dalam menjaga keseimbangan antara netralitas organisasi dan partisipasi politik warganya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap bagaimana wacana netral aktif dibangun, dinegosiasikan, dan dilegitimasi dalam diskursus resmi Muhammadiyah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Discourse-Historical Approach (DHA) dari Ruth Wodak. Data utama berupa teks pidato Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, dalam konferensi pers pada 16–17 November 2023. Analisis dilakukan melalui lima strategi diskursif DHA, yaitu nominasi, predikasi, argumentasi, perspektivisasi, serta intensifikasi/mitigasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wacana netral aktif dikonstruksikan sebagai strategi diskursif yang menegaskan komitmen Muhammadiyah terhadap politik kebangsaan tanpa terlibat dalam politik praktis. Wacana ini sekaligus merepresentasikan upaya organisasi dalam menjaga independensi kelembagaan, sembari memberikan ruang bagi partisipasi politik individual anggotanya. Kontribusi penelitian ini terletak pada pengayaan studi tentang organisasi Islam dan politik di Indonesia melalui pendekatan analisis wacana historis, serta menawarkan pemahaman baru mengenai bagaimana netralitas organisasi dikonstruksi secara diskursif dalam konteks demokrasi elektoral kontemporer.