Azzahra, Andi Liza
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Faktor Sosial dan Akses Pelayanan Kesehatan terhadap Swamedikasi Antibiotik pada Masyarakat: Literature Review Azzahra, Andi Liza; Nadjib, Mardiati
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 15 No. 03 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v15i03.4559

Abstract

Resistensi antimikroba menjadi salah satu tantangan utama kesehatan masyarakat global yang dipicu oleh penggunaan antibiotik secara tidak rasional, termasuk praktik swamedikasi antibiotik di masyarakat. Swamedikasi antibiotik meliputi penggunaan antibiotik tanpa resep tenaga kesehatan, penggunaan sisa obat, serta konsumsi berdasarkan pengalaman pengobatan sebelumnya. Praktik ini tidak hanya berkaitan dengan perilaku individu, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor sosial dan keterbatasan akses pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor sosial dan akses pelayanan kesehatan yang berhubungan dengan praktik swamedikasi antibiotik pada masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan penelusuran artikel pada basis data PubMed dan Google Scholar periode tahun 2015–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa praktik swamedikasi antibiotik masih ditemukan secara luas di berbagai negara dengan prevalensi yang relatif tinggi. Faktor individu seperti usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan pengalaman penggunaan antibiotik sebelumnya berperan dalam perilaku swamedikasi. Namun, faktor sosial ekonomi dan sistem pelayanan kesehatan memiliki pengaruh yang lebih kuat, terutama terkait keterbatasan akses fasilitas kesehatan, tingginya biaya pengobatan, kepemilikan asuransi kesehatan, serta kemudahan memperoleh antibiotik tanpa resep. Praktik ini berkontribusi terhadap peningkatan risiko resistensi antimikroba, kegagalan terapi, dan efek samping obat. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengendalian swamedikasi antibiotik melalui pendekatan komprehensif yang menitikberatkan pada penguatan sistem pelayanan kesehatan, regulasi distribusi antibiotik, dan peningkatan literasi masyarakat.