Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan minat belajar anak-anak di lingkungan marginal melalui intervensi berbasis komunitas di Sanggar Pelita Medan. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah keterbatasan sarana dan prasarana pembelajaran serta rendahnya keterlibatan anak dalam aktivitas belajar yang produktif. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi, pendampingan belajar, penyediaan fasilitas pembelajaran, serta penguatan partisipasi sebanyak 30 anak dan 5 Ibu Rumah tangga yang tinggal disekitar sanggar. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif, ditandai dengan meningkatnya minat baca anak, keterlibatan aktif dalam mengerjakan pekerjaan rumah di sanggar, serta terciptanya lingkungan belajar yang lebih kondusif melalui penyediaan sarana dan prasarana. Selain itu, partisipasi masyarakat sekitar juga mengalami perubahan signifikan, yang ditunjukkan melalui dukungan moral yang awalnya tidak perduli dengan kegiatan belajar dan bermain anak sekarang memperhatikan anak-anak yang belajar di Sanggar Pelita Anak dan dukungan material dapat dilihat dari sumbangan para orang tua kepada para tutor dalam bentuk makanan dan minuman selama kegiatan berlangsung. Temuan ini menegaskan bahwa intervensi komunitas yang didukung oleh partisipasi masyarakat mampumeningkatkan minat literasi, dari 30 orang anak tidak suka belajar atau membaca menjadi suka dan sangat suka membaca dan yang sebelumnya tidak mau mengerjakan Pekerjaan Rumah dari sekolah sekarang mau mengerajakan Pekerjaan Rumah dengan bantuan tutor di Sanggar Pelita. Dengan demikian, pendekatan berbasis komunitas menjadi strategi yang efektif dalam meningkatkan literasi anak di wilayah marginal perkotaan.