Tujuan – Kajian ini bertujuan membangun kerangka konseptual yang menjelaskan hubungan antara implementasi Total Quality Management (TQM) dalam rantai pasok fashion, durabilitas produk, dan kepuasan pelanggan pada kategori harga premium. Desain/metodologi/pendekatan – Penelitian disusun sebagai studi literatur dengan pendekatan kualitatif menggunakan analisis tematik berbasis enam tahapan Braun dan Clarke (2006) terhadap 58 artikel jurnal terindeks Scopus dan Sinta yang dipublikasikan dalam rentang 2015–2025. Temuan – Sintesis literatur menunjukkan bahwa penerapan TQM di seluruh mata rantai nilai—mulai dari desain, seleksi pemasok, pengendalian mutu bahan baku, proses produksi, pelatihan tenaga kerja, hingga logistik—secara konsisten menentukan tingkat durabilitas produk fashion premium, dan durabilitas selanjutnya menjadi determinan utama kepuasan pelanggan melalui mekanisme nilai per penggunaan, kepercayaan merek, ikatan emosional, dan keberlanjutan. Keterbatasan penelitian – Kajian ini bersifat konseptual dan belum diuji secara empiris; lingkup literatur terbatas pada bahasa Indonesia dan Inggris; serta belum mempertimbangkan variasi konteks budaya konsumen lintas negara. Implikasi – Secara teoretis, kajian ini mengintegrasikan literatur TQM, manajemen rantai pasok, dan perilaku konsumen dalam satu kerangka koheren khusus untuk fashion premium; secara praktis, hasil ini menjadi panduan bagi manajer merek dalam merancang strategi mutu lintas rantai pasok dan komunikasi durabilitas yang kredibel. Kebaruan – Kajian ini mengusulkan posisi durabilitas produk sebagai variabel mediasi konseptual antara praktik TQM dan kepuasan pelanggan pada segmen premium—sebuah hubungan yang selama ini jarang diintegrasikan secara eksplisit dalam literatur fashion.