Mardhah Sastri Utami
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PARIWISATA KESEHATAN SEBAGAI PENDORONG PERTUMBUHAN JUMLAH WISATAWAN: TINJAUAN GLOBAL Bagaskoro Rasyid Wicaksono; Mardhah Sastri Utami
Journal Sport Science, Health and Tourism of Mandalika (Jontak) e-ISSN 2722-3116 Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jontak.vi.6297

Abstract

Health tourism is a strategic sector that connects healthcare services with the tourism industry in the context of increasing global mobility. This article aims to analyze the contribution of health tourism to tourist growth, identify the main factors shaping the competitiveness of health destinations, and formulate its implications for Indonesia. This study employed a structured narrative review of 14 articles retrieved from Scopus, PubMed, ScienceDirect, and Google Scholar published between 2014 and 2025. The findings show that medical service quality, cost competitiveness, destination accessibility, institutional reputation, patient experience, and policy support are the main factors influencing the development of health tourism. Malaysia, Thailand, South Korea, and India illustrate how successful health destinations are developed through the integration of service quality, promotion, and patient trust. This review concludes that health tourism has the potential to increase tourist arrivals and stimulate destination economies, but its development must still consider sustainability, equitable access, and social justice. Pariwisata kesehatan merupakan sektor strategis yang menghubungkan layanan kesehatan dengan industri pariwisata dalam konteks mobilitas global. Artikel ini bertujuan menganalisis kontribusi pariwisata kesehatan terhadap pertumbuhan jumlah wisatawan, mengidentifikasi faktor-faktor yang membentuk daya saing destinasi kesehatan, serta merumuskan implikasinya bagi Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan structured narrative review terhadap 14 artikel yang diperoleh dari Scopus, PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar pada rentang 2014–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa kualitas layanan medis, daya saing biaya, aksesibilitas destinasi, reputasi institusi, pengalaman pasien, dan dukungan kebijakan merupakan faktor utama yang memengaruhi perkembangan pariwisata kesehatan. Malaysia, Thailand, Korea Selatan, dan India menjadi contoh destinasi yang berhasil mengembangkan sektor ini melalui integrasi mutu layanan, promosi, dan kepercayaan pasien. Kajian ini menyimpulkan bahwa pariwisata kesehatan berpotensi mendorong pertumbuhan wisatawan dan ekonomi destinasi, tetapi pengembangannya harus tetap memperhatikan keberlanjutan, pemerataan akses, dan keadilan sosial.