Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

 Usulan Tata Letak Fasilitas Ruang Logistik Dengan Pendekatan Integrasi Metode Failure Mode And Analysis Dan Systematic Layout Planning Di Rumah Sakit Uni Pebrina Br Tarigan; Zul Fahri Nasution; Arni Costarina Hutahaean
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1739

Abstract

Kinerja karyawan di ruang logistik rumah sakit sering kali menurun akibat tata letak fasilitas yang tidak optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi kegagalan operasional dan merancang usulan tata letak ruang logistik berukuran 5 m x 8 m menggunakan mengintegrasikan metode Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) dan Systematic Layout Planning (SLP). Berdasarkan analisis mendalam, faktor lingkungan (environment) menjadi penyebab dominan, khususnya pada alur kerja yang buruk dan keterbatasan ruang gerak. Analisis FMEA menunjukkan bahwa modus kegagalan dengan Risk Priority Number (RPN) tertinggi terletak pada alur barang yang tumpang tindih (cross-flow) dan penempatan stok yang menghambat aksesibilitas. Metode SLP diterapkan untuk memperbaiki kondisi ini melalui penggunaan alat analisis seperti Activity Relationship Chart (ARC) dan analisis aliran material guna menghasilkan alternatif tata letak yang lebih efisien. Hasil perancangan ulang (layout usulan) menunjukkan transformasi alur kerja menjadi pola serpentine yang teratur, relokasi area penyimpanan barang (Area 7 dan 8) untuk menghilangkan hambatan di pintu masuk, serta optimalisasi penempatan alat pemadam api (APAR) sesuai standar keselamatan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi FMEA dan SLP secara efektif mampu menurunkan nilai RPN operasional, meminimalkan jarak tempuh material handling, dan meningkatkan produktivitas kerja karyawan melalui pengurangan kelelahan fisik dan waktu pencarian barang.