Carpal tunnel syndrome atau nyeri pergelangan tangan adalah kondisi medis umum yang menyebabkan nyeri, mati rasa, dan kesemutan di tangan dan lengan individu yang terkena. CTS terjadi ketika saraf median terjepit atau tertekan saat melewati pergelangan tangan, faktor resiko CTS meliputi obesitas, aktivitas pergelangan tangan yang monoton atau berulang, kehamilan, keturunan genetic, serta peredangan rheumatoid. Gejalanya diklasifikasikan secara berbeda menjadi ringan, sedang, dan berat. Sindrom ini ditandai dengan nyeri ditangan, mati rasa, dan kesemutan area distribusi saraf median. Sensasi ini dirasakan di ibu jari, jari telunjuk, jari tengah, dan sisi radial jari manis. Rasa sakit dapat menyebabkan penurunan kekuatan genggaman dan fungsi tangan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengenalkan risiko yang mungkin terjadi pada pekerja. Metode yang digunakan meliputi pemberian intrumen numeric rating scale (NRS) untuk mengukur tingkat nyeri serta edukasi menggunakan media leaflet dan penyampaian secara langsung. Kegiatan dilaksanakan pada 11 pekerja dengan rentang usia 24-50 tahun. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebelum intervensi, mayoritas pekerja mengalami nyeri berat sebesar 45,5%, nyeri sedang 27,3%, nyeri ringan 18,2%, dan tidak nyeri 9,1 %. Setelah dilakukan edukasi, terjadi peningkatan pemahaman pekerja mengenai resiko dan pencegahan nyeri serta kecenderungan penurunan intensitas nyeri yang ditandai dengan berkurangnya keluhan nyeri berta dan meningkatnya kesadaran melakukan Latihan mandiri. Edukasi yang diberikan juga meningkatkan perilaku ergonomi kerja dan Upaya preventif pada pekerja. Dengan demikian, penyuluhan edukasi K3 terbukti memberikan dampak positif dalam meningkatkan pengetahuan serta membantu menurunkan Tingkat nyeri pergelangan tangan pada pekerja linting pabrik rokok.