ABSTRACT This research is driven by the rising work expectations encountered by Generation Z employees, which may disturb the equilibrium between their careers and personal lives, leading to stress associated with work. This situation is a significant issue as it directly impacts the mental health of younger individuals within today’s work environment. The aim of this research is to investigate how work-life balance relates to job stress levels experienced by Generation Z employees in Surabaya. A quantitative methodology is utilized in this study, utilizing a survey technique and involving 385 participants chosen through a quota sampling approach. Information was gathered through psychological measurement tools that have demonstrated validity and reliability to evaluate both of the research variables. The information was subsequently examined through the application of descriptive statistics and Pearson correlation analyses. The findings reveal a noteworthy inverse connection between work-life equilibrium and employment-related stress. This implies that an improved work-life balance correlates with diminished job stress for workers of Generation Z. These findings emphasize the vital role of managing work-life balance to improve the mental well-being of younger staff members. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya tuntutan pekerjaan yang dihadapi oleh pekerja Generasi Z, yang berpeluang mendistraksi keseimbangan diantara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi serta menyebabkan munculnya stres kerja. Fenomena tersebut mempunyai atensi krusial lantaran berhubungan erat pada kondisi kesejahteraan psikologis pekerja muda di era kerja modern. Tujuan dari studi berikut ialah guna menganalisis keterkaitan antara keseimbangan kehidupan kerja dan taraf stres yang dialami pekerja Gen Z di Surabaya. Metode yang diterapkan pada studi berikut ialah kuantitatif melalui cara menggunakan survei yang melibatkan 385 partisipan, yang dipilih melalui teknik quota sampling. Pengumpulan data dilaksanakan melalui pemakaian alat ukur psikologis yang sudah sesuai pada syarat validitas dan reliabilitas guna menilai kedua variabel yang diteliti. Berikutnya, analisis data dilakukan dengan memakai statistik deskriptif dan pengujian korelasi Pearson. Temuan dari studi memperlihatkan terdapat korelasi signifikan dan negatif antara keseimbangan kerja-hidup dengan stres pekerjaan. Ini menunjukkan bahwasanya kian baik keseimbangan antara kehidupan kerja yang ada, akan kian rendah tingkat stres pekerjaan yang dirasakan pekerja Gen Z. Penemuan tersebut menegaskan bahwasanya pengelolaan keseimbangan kerja dan kehidupan begitu krusial dalam meningkatkan kesejahteraan mental bagi pekerja muda.