Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Progressive Muscle Relaxation untuk Menurunkan Tekanan Darah pada Masyarakat Pesisir Penderita Hipertensi Idham Soamole; Windarti Rumaolat
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15nk114

Abstract

To control blood pressure, non-pharmacological measures are needed, one of which is progressive muscle relaxation. This action aims to relax the muscles so that it can lower blood pressure. This study aimed to analyze the impact of progressive muscle relaxation in reducing blood pressure in coastal communities who suffer from hypertension. The design of this research was pretest and posttest with control group. This study involved 66 hypertension sufferers who were selected using a purposive sampling technique, who were then divided into intervention and control groups, each consisting of 33 people. In both groups, blood pressure was measured in the pre- and post-intervention phases. Next, the data was analyzed using the Wilcoxon test. The results of the analysis showed the p-value in the intervention group = 0.000; while in the control group = 1,000. It was concluded that progressive muscle relaxation is effective in reducing blood pressure in coastal communities who experience hypertension.Keywords: hypertension; progressive muscle relaxation; coastal communities ABSTRAK Untuk mengontrol tekanan darah perlu adanya tindakan nonfarmakologi yang salah satu pilihannya adalah progressive muscle relaxation. Tindakan ini bertujuan untuk merelaksasi otot-otot sehingga dapat menurunkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak progressive muscle relaxation untuk menurunkan tekanan darah masyarakat pesisir yang menderita hipertensi. Rancangan penelitian ini adalah pretest and posttest with control group. Penelitian ini melibatkan 66 penderita hipertensi yang dipilih dengan teknik purposive sampling, yang selanjutnya dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol, yang masing-masing terdiri atas 33 orang. Pada kedua kelompok dilakukan pengukuran tekanan darah pada fase sebelum dan sesudah intervensi. Selanjutnya data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil analisis menunjukkan nilai p pada kelompok intervensi = 0,000; sedangkan pada kelompok kontrol = 1,000. Disimpulkan bahwa progressive muscle relaxation efektif untuk menurunkan tekanan darah masyarakat pesisir yang mengalami hipertensi.Kata kunci: hipertensi; progressive muscle relaxation; masyarakat pesisir
Optimalisasi Strategi Pencegahan Infeksi Tetanus Dengan Edukasi Pada Remaja (Calon Pengantin) Di SMAN 2 Buru Kabupaten Buru Hasna Tunny; Windarti Rumaolat; Idham Soamole
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 6 No 2 (2026): JPMI - April 2026
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.4438

Abstract

Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa anak-anak menuju dewasa. Masa ini penting dalam hidup manusia, karena terjadi proses awal kematangan organ reproduksi manusia yaitu masa pubertas. Program kesehatan reproduksi remaja bertujuan membantu remaja agar memiliki pengetahuan, kesadaran, sikap dan perilaku hidup reproduksi sehat bertanggungjawab melalui advokasi, promosi, KIE, konseling dan pelayanan kepada remaja yang memiliki permasalahan khusus. Salah satu program kesehatan untuk remaja adalah imunisasi Tetanus Toxoid (TT). Imunisasi TT ini merupakan proses yang dilakukan untuk meningkatkan kekebalan tubuh untuk pencegahan infeksi tetanus. Namum yang terjadi adalah rendahnya cakupan imunisasi TT pada remaja, salah satu faktor yang mempengaruhi adalah kurangan pengetahuan remaja tentang imunisasi TT. Sehingga penting untuk dilakukan pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada remaja (calon penganting) tentang imunisasi TT. Metode yang menggunakan berupa ceramah dan tanya jawab dengan media leaflet. Hasil dari edukasi tentang imunisasi TT diperoleh peningkatan pengetahuan remaja dominan dengan pengetahuan baik. Dengan peningkatan pengetahuan siswi-siswi diharapkan terjadi perubahan sikap yang dapat di lihat dengan tindakan menerima atau mencari perlindungan kesehatan salah satunya dengan imunisasi TT.