Arjuniadi, Deny
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis hambatan pengelolaan usaha dalam penerapan digitalisasi sistem informasi pada pedagang alat kesehatan dan obat di Pasar Rengasdengklok Sholeh, Aminuddin; Budiman, Arief; Arjuniadi, Deny
Fair Value: Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Keuangan Vol. 8 No. 8 (2026): Fair Value: Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Keuangan
Publisher : Departement Of Accounting, Indonesian Cooperative Institute, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/fairvalue.v8i8.6142

Abstract

Kemajuan teknologi informasi mendorong pelaku usaha untuk meningkatkan efisiensi melalui digitalisasi, termasuk dalam pengelolaan Sistem Informasi Manajemen (SIM). Namun, pada kenyataannya masih ada hambatan dalam mengadopsi pencatatan digital pelaku usaha mikro pada penjual alat kesehatan dan obat-obatan. Penelitian ini berangkat dari masalah rendahnya kesiapan digital UMKM di Indonesia dan menganalisis hambatan digitalisasi SIM pada pedagang alat kesehatan dan obat- obatan di Pasar Rengasdengklok. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat penerapan digitalisasi SIM serta memahami persepsi pelaku usaha terhadap transformasi digital. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam terhadap enam narasumber yang dipilih secara purposif. Data dianalisis melalui pendekatan tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan utama meliputi rendahnya literasi digital, kurangnya kepercayaan diri dalam menggunakan aplikasi, ketergantungan pada pencatatan manual, kondisi usaha dengan volume transaksi rendah, serta minimnya dukungan dan pendampingan eksternal. Sikap pelaku usaha terhadap digitalisasi juga bervariasi, mulai dari penolakan hingga penerimaan bersyarat. Temuan ini mengindikasikan bahwa keberhasilan digitalisasi tidak hanya bergantung pada ketersediaan teknologi, tetapi juga kesiapan pengguna dan konteks usaha. Implikasi penelitian menegaskan pentingnya pelatihan berkelanjutan, pendampingan aplikatif, serta kebijakan digitalisasi UMKM yang sensitif terhadap karakteristik usaha mikro.