Pemilihan pemasok sangat penting bagi CV Wijaya Hadi Sempurna, yang bergerak di produksi kipas dari kulit kambing. Penelitian ini bertujuan untuk menilai cara memilih pemasok kulit kambing dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Permasalahan yang dihadapi adalah proses pemilihan supplier yang masih bersifat subjektif sehingga berpotensi menimbulkan ketidakefisienan. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) karena mampu menangani pengambilan keputusan multikriteria secara terstruktur dan menggabungkan aspek kualitatif serta kuantitatif. Ada lima kriteria utama yang dipertimbangkan: harga, kualitas, layanan, ketepatan pengiriman, dan jumlah barang. Responden penelitian ini adalah pemilik usaha dan karyawan yang terlibat dalam pengadaan bahan baku. Data yang diperoleh kemudian diolah menggunakan metode AHP dengan tahapan penyusunan matriks perbandingan, normalisasi, perhitungan bobot prioritas (eigenvector), serta uji konsistensi menggunakan Consistency Ratio (CR). Dari hasil analisis, bobot masing-masing kriteria adalah: kualitas (0,475), harga (0,222), jumlah barang (0,156), layanan (0,075), dan pengiriman tepat waktu (0,074). Kriteria utama yang paling berpengaruh adalah kesesuaian harga dengan kualitas, kecocokan spesifikasi barang, dan kecepatan tanggapan terhadap keluhan. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa supplier utama adalah Supplier X dengan bobot tertinggi (0,4805), diikuti Supplier Z (0,3026) dan Supplier Y (0,2254). Supplier X berlokasi di Magelang, Supplier Z di Imogiri, dan Supplier Y di Prambanan. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa metode AHP dapat meningkatkan objektivitas dalam pemilihan supplier karena mempertimbangkan berbagai aspek/kriteria yang berpengaruh dalam pemilihan serta membantu perusahaan dalam meminimalkan risiko keterlambatan dan menjaga kualitas bahan baku.