Fenomena meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia (lansia) menuntut perhatian yang lebih besar terhadap kesejahteraan dan kesehatan lansia, terutama melalui dukungan keluarga. Namun, sebagian besar penelitian sebelumnya lebih menitikberatkan pada hubungan antara dukungan keluarga dan partisipasi lansia dengan pendekatan kuantitatif, sehingga belum banyak mengungkap dinamika kesadaran sosial keluarga dalam praktik pendampingan lansia secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika kesadaran sosial keluarga dalam pendampingan lansia pada kegiatan Posyandu Lansia di Desa Klepu, Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Informan penelitian berjumlah 6 orang yang terdiri dari keluarga lansia, kader posyandu, dan bidan desa, yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, dengan analisis data melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan serta uji keabsahan melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran sosial keluarga dalam pendampingan lansia diwujudkan dalam tiga bentuk utama, yaitu pendampingan fisik, dukungan emosional, dan dukungan informasional. Tingkat kesadaran sosial keluarga bervariasi dalam kategori tinggi, sedang, dan rendah yang dipengaruhi oleh pemahaman keluarga, nilai kekeluargaan, dukungan kader dan tenaga kesehatan, serta faktor pekerjaan, waktu, dan persepsi terhadap kemandirian lansia. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengungkapan dinamika kesadaran sosial keluarga sebagai praktik sosial dalam pendampingan lansia dalam konteks masyarakat pedesaan. Temuan ini memberikan kontribusi terhadap kajian Pendidikan IPS, khususnya dalam memahami peran keluarga sebagai agen sosialisasi nilai kepedulian sosial dalam kehidupan masyarakat.