Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Inovasi “Rindu Besti” (Jaringan Posyandu Bebas Stunting) dengan “Kinandeku” sebagai Bentuk Gerakan Cegah Stunting di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Bungi Permatasari, Winda Dian
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni (In Press)
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.594

Abstract

Stunting merupakan salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang serius baik secara global maupun nasional, terutama pada anak usia di bawah dua tahun akibat kekurangan gizi kronis. Salah satu strategi intervensi yang direkomendasikan adalah pemberian makanan tambahan (PMT) berbasis pangan lokal yang terjangkau dan sesuai dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Di wilayah kerja UPTD Puskesmas Bungi, masih ditemukan kasus weight faltering dan underweight pada baduta yang memerlukan intervensi gizi yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian makanan tambahan “Kinandeku” berbasis pangan lokal terhadap peningkatan status gizi baduta. Penelitian ini menggunakan pendekatan intervensi melalui pemberian PMT kepada 6 baduta yang mengalami weight faltering dan underweight selama 14 hari berturut-turut. Intervensi dilakukan dengan dua variasi menu “Kinandeku”. Pengukuran status gizi dilakukan menggunakan metode antropometri (berat badan dan tinggi badan) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 5 dari 6 baduta (83,3%) mengalami peningkatan status gizi menjadi normal. Rata-rata terjadi peningkatan berat badan sebesar 2,04 kg dan tinggi badan sebesar 6,4 cm. Satu subjek tidak dapat dievaluasi karena berpindah tempat tinggal. Temuan ini menunjukkan bahwa PMT “Kinandeku” efektif dalam meningkatkan status gizi baduta. Pemberian PMT “Kinandeku” berbasis pangan lokal terbukti efektif dalam meningkatkan status gizi baduta yang berisiko stunting. Intervensi ini berpotensi menjadi strategi berkelanjutan berbasis masyarakat dalam penanggulangan masalah gizi serta mendorong pemanfaatan pangan lokal secara optimal.