Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi sejarah dan peran dakwah KH. Idun Syarifuddin di Sukabumi dalam rentang waktu 1953–2004. Sebagai salah satu tokoh ulama lokal yang berpengaruh, KH. Idun Syarifuddin memiliki kontribusi besar dalam pembentukan kehidupan keagamaan masyarakat melalui pendirian Pondok Pesantren Al-Islamiyyah pada tahun 1953. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang terdiri dari empat tahapan utama, yaitu heuristik melalui pengumpulan sumber primer dan lisan, kritik sumber untuk menguji autentisitas data, interpretasi untuk menyintesiskan fakta sejarah, serta historiografi sebagai tahap penulisan akhir. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah untuk menelusuri peran dakwah KH. Idun Syarifuddin di Sukabumi pada periode 1953–2004. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa KH. Idun Syarifuddin menjalankan dakwah yang moderat, adaptif, dan sistematis di tengah dinamika sosial politik Indonesia dari masa Orde Lama hingga awal Reformasi. Strategi dakwah beliau mencakup tiga dimensi utama: bil-lisan melalui ceramah dan pengajian rutin, bil-hal melalui keteladanan akhlak dalam kehidupan sehari-hari, serta bil-amal melalui aksi nyata seperti program santunan yatim piatu dan dhuafa. Kiprah beliau tidak hanya terbatas di lingkungan pesantren, tetapi juga meluas melalui peran formalnya sebagai Kepala KUA dan Ketua Komisi Fatwa MUI Kabupaten Sukabumi. Dampak dakwah beliau sangat signifikan dalam mentransformasi kondisi sosial keagamaan masyarakat Sukabumi. Beliau berhasil mengubah wilayah yang semula dikenal dengan praktik kemaksiatan dan pengaruh ideologi tertentu menjadi lingkungan yang religius dan harmonis. Warisan dakwah beliau tetap eksis hingga saat ini melalui keberlanjutan institusi pesantren, kaderisasi santri yang menjadi dai di berbagai daerah, serta nilai-nilai tawadhu dan kesabaran yang terus hidup di tengah masyarakat. Dapat disimpulkan bahwa keteladanan dan konsistensi merupakan kunci utama keberhasilan dakwah KH. Idun Syarifuddin dalam membina umat selama lebih dari lima dekade