Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan teori behavioristik Albert Bandura dalam membentuk kesadaran belajar siswa, khususnya dalam konteks pendidikan Indonesia yang tengah bertransformasi melalui Kurikulum Merdeka. Permasalahan rendahnya motivasi intrinsik siswa yang masih bergantung pada dorongan eksternal menjadi latar belakang penting dalam kajian ini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka untuk mengeksplorasi konsep-konsep kunci seperti modeling, self-efficacy, dan self-regulation yang merupakan inti dari teori Bandura. Sumber data berasal dari literatur ilmiah, karya asli Bandura, serta penelitian terkait lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi pembelajaran berbasis observasi (vicarious learning) dan penguatan positif secara konsisten dapat meningkatkan kesadaran belajar siswa secara signifikan. Konsep self-efficacy terbukti berperan dalam membangun kemandirian belajar dan mengurangi ketergantungan siswa pada insentif eksternal. Selain itu, dimensi afektif dan sosial dalam pembelajaran—seperti hubungan emosional antara guru dan siswa berpengaruh besar terhadap keberhasilan internalisasi nilai-nilai belajar. Penerapan teori Bandura tidak hanya relevan secara akademik, tetapi juga secara praktis dalam mendukung pembentukan karakter dan spiritualitas peserta didik, sebagaimana ditunjukkan dalam integrasinya dengan nilai-nilai pendidikan Islam. Temuan ini memperkuat pentingnya peran guru sebagai model perilaku dan fasilitator refleksi dalam pembelajaran. Oleh karena itu, teori Bandura dipandang sebagai pendekatan holistik yang mampu menjembatani metode behavioristik klasik dengan kebutuhan pembelajaran abad ke-21 yang reflektif dan mandiri.